2. WORKS

Creation is actually no longer ignore the needs of repressive satisfaction as above, he moves to grow even though boulders crushed to find loopholes life remaining debris scattered among the debris of dirt and debris.

Penciptaan sebenarnya tidak lagi menghiraukan pada kebutuhan-kebutuhan kepuasan represif seperti di atas, dia bergerak tumbuh walau ditindih bongkah sekalipun untuk mencari celah hidup yang masih tersisa diantara serakan serpihan puing kotoran dan sampah.

Human experience as an individual characteristic that can not be compared because of some combination of character and tendencies which reveal the nature of most of the art that comes from an animal god psychologically and physiologically it is related to typical human beings.

Pengalaman manusia sebagai individu khas yang tidak bisa dibandingkan karena beberapa kombinasi watak dan tendensi yang mana seni kebanyakan menyingkap sifat yang berasal dari dewa secara psikologis dan binatang secara yang secara fisiologis yang berhubungan dengan manusia sebagai makhluk khas.

Aktivitas Tunggal

  • 1988-1994Studi Seni Rupa Murni
  • 1994Tugas Akhir “Seni Lukis”,
  • 1996“Karya Seni”, YPIA Surabaya.
  • 1997“Sudah Tidak Berwarna Lagi”
  • 1998“Derita Cuaca”
  • 1999”Informasi Bata Merah”
  • 2001”Dua Jam Lagi Kita Berangkat”
  • 2002“Seni Lukis”, TIM Jakarta
  • 2008“Multi Dimensi”, Gallery Surabaya
  • 2009”We’ve Built Something”, Museum dan Tanah Liat, Yogyakarta
  • 2012-2013″Perahu Pembawa Tunas dan Pelita”, HoS Surabaya.

Aktivitas Bersama

1991- Generasi 88, Widya Mandala, Yogyakarta.
1992- Dies Natalis VII-ISI, Purna Budaya, Yogyakarta.
– Kerjasama IKIP Malang dan FSR-ISI, DKM, Malang.
– Seni Eksperimental “BINAL”, Stasiun Tugu, Yogyakarta.
– Mahasiswa Seni Se-Indonesia, Purna Budaya, Yogyakarta.
– Seni Eksperimental MSSI, FSR-ISI, Yogyakarta.
– Dies Natalies VIII-ISI, Purna Budaya, Yogyakarta.
1993- Dies Natalies IX-ISI, Purna Budaya, Yogyakarta.
– Pratisara Affandi Adi Karya, Purna Budaya, Yogyakarta.
– Indonesian Art Award III, Jakarta
1994- Seni Rupa STKW dan Hari Prajitno, DKM Malang.
1995- Indonesian Art Award V, Jakarta.
1996- Gelar Akbar Seni Rupa Jatim III, TBJ, Surabaya.
1997- Gelar Akbar Seni Rupa Jatim IV, TBJ, Surabaya.
– Seni Rupa “Tanpa Bingkai”, YPIA, Surabaya.
1998- Seni Rupa A. Hadi Mas’ud, Hari Prajitno, Ugo Untoro, PB, Yk
– Indonesian Art Award VIII,Jakarta.
1999- Festival Kesenian Indonesia I, Yogyakarta.
2000- Festival Kesenian Indonesia II, Padang Panjang, Sumbar.
– Indonesian Art Award X, Jakarta.
– Menara-“Untung Masih Punya Kepala”, FSS-2000, BP, Surabaya.
2001- Gelar Akbar Seni Rupa Jatim V, TBJ, Surabaya.
2003- Festival Kesenian Indonesia III, Balai Pemuda (BP), Surabaya.
2004- Pesakitan, FSS-2004, Balai Pemuda, Surabaya.
2006- Pameran Gambar “Draw”, Museum dan Tanah Liat, Yogyakarta.
– Festival Kesenian Indonesia IV, Denpasar, Bali.
2009- “Arus-arus Terpencil”, Pameran Ugo Untoro dan Hari Prajitno, CA Emmitan Gallery, Surabaya.
-2011″Masuk ke Dalam atau Terpelanting ke Luar”, FSS, Surabaya.

 

Installation Art, Object Art, Painting, Drawing, and Sketch

h3-c

Pesakitan, 2004

Maka ulat harus memasuki tahap memenjarakan/ menyengsarakan diri pada waktu tertentu menurut kadar dari apa yang pernah diberikan olehNYA, di sinilah letak dimana ulat tidak lagi menjadi seekor kupu-kupu, tetapi cahaya yang akan menerangi penjuru.

lihat juga di: https://hariprajitno.wordpress.com/2013/05/23/2004-pesakitan-fss/

02-lengkap2

We Have Built Something, 2010

Ambil segenggam lempung/ tanah liat, lubangi ditengahnya (Lao Tze) maka karena ruang itulah dia menjadi berguna sebagai wadah. Mangkok porselin adalah sebuah wadah yang tidak mudah terkontaminasi sekalipun dituangi racun dan juga tahan akan suhu tinggi, tetapi porselin amatlah rentan benturan dan mudah pecah.

Tumpuklah berkeping-keping batu hingga tersusun menyerupai tonggak atau menara, disitulah kegunaan bebatuan, mereka akan menjadi penanda siapa penatanya. Begitulah peran sebagai penanda hendak mengisi mangkok dengan apa, atau bagaimana cara membawa/ merawat/ menghormati tergantung padanya.

lihat juga di: https://hariprajitno.wordpress.com/2013/05/23/2010-weve-built-something/

circle1

Masuk ke Dalam atau Terpelanting ke Luar, 2011

Kembali memahami asal usul segala awal terjadinya kosmos, layaknya sperma bergerak masuk menuju ovum, walau tidak semua akan bisa terbuahi, hampir seluruhnya kandas. Memang tidak harus banyak yang terpilih, sedikitlah cukup untuk penyeimbang kosmos ini.

lihat juga di : https://hariprajitno.wordpress.com/2013/05/23/2011-instalasi-bergerak-ke-dalam-atau-terpelanting-ke-luar/

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s