2000. Installation Art, Menara “Untung Kita Masih Punya Kepala”

Installation Art

UNTUNG KITA MASIH PUNYA KEPALA

051061

Festival Seni Surabaya,  2000

Youth Center has undergone a shift in the function, I am more likely to blame’ those who used to spread the idealization patron which is now no longer provide a solid foundation as role models so that the embryo will follow the motion haltingly until the loss of the first ever sounded.

Tower will be made to remind the audience that supposedlysupposedly lived there as a means of gathering various voltage ideal discourse at the time. Now a memory. Youth center no longer be autonomous moralists to put forward creative ideas, now no more than hang out for those who are lonely, and that anyway! There, just a romantic primitive hordes always displayed next to a mass product that actually has an interest in the materialistic desires (paradoxical).

Wise enough when we left the Youth Center on conditions like this because after all the bags will grow as a duplicate event that allows the subjects were able to move to another subject in a comparable capacity are willing to chasing the particular acceleration.

Point tower built in the head’ as an orientation call, a memorial to some of the activities below that are architecturally therein lies the Youth Center page orientation (rotate ads) at an angle of 12.5 ° to the azimuth.

Expansion of the field of 4900 cm2 is the enlargement of the institution rectangular area 700 cm2 which refers to the height of the existing rotary ad is 700 cm. Formation booths spiral motion roundabout follow the existing two levels. Audience invited along each roncetan wall (horizontally and vertically), floor-to-toe as the tower so the (face of local conditions and weather) to the accompaniment of the sounds and movements of nature responsive. Lane cul de sac did not give the audience a chance to turn around, but remember nostalgically on romance ever growing.

Balai Pemuda telah mengalami pergeseran fungsi, saya lebih cenderung ‘menyalahkan’ pihak yang dulu menyebarkan patron idealisasi … yang kini tak lagi memberi tauladan berikut pondasi yang kokoh sehingga cikal akan mengikuti gerak dengan terbata-bata sampai hilangnya yang dulu pernah didengungkan.

Menara dibuat untuk mengingatkan khalayak akan konon-konon yang pernah ada di sana sebagai sarana berkumpulnya berbagai tegangan wacana ideal kala itu. … yang kini tinggal kenangan. Balai pemuda tidak lagi menjadi otonom kaum moralis untuk mengedepankan ide kreatifnya, sekarang … tidak lebih dari tongkrongan bagi mereka yang kesepian; dan kalau toh! Ada, hanya berupa gerombolan romantis primitif yang disebelahnya selalu terpajang produk massa yang justru mempunyai kepentingan pada hasrat materialistik (paradoksal).

Cukup arif bila kita meninggalkan Balai Pemuda pada kondisi seperti ini karena bagaimanapun juga kantong-kantong akan tumbuh menduplikasinya sebagai ajang yang memungkinkan subyek mampu bergerak dengan subyek yang lain dalam kapasitas sebanding – yang sudi – mengejar pada percepatan tertentu.

Titik menara dibangun di ‘kepala’ sebagai orientasi memanggil, monumen peringatan untuk beberapa kegiatan di bawahnya yang secara arsitektural di situlah letak orientasi halaman Balai Pemuda (iklan putar) pada sudut 12,5° menuju azimuth.

Perluasan bidang 4900 cm2 adalah pembesaran dari pranata bidang segi empat 700 cm2 yang mengacu pada ketinggian iklan putar yang ada yaitu 700 cm. Bentukan bilik spiral yang mengikuti gerak bundaran dua level yang sudah ada. Penonton diajak menyusuri setiap roncetan dinding (secara horisontal dan vertikal), lantai sebagai proses hingga kaki menara yang begitu adanya (menghadapi kondisi lokal dan cuaca) dengan iringan suatu bunyi-bunyian dan gerakan-gerakan responsif alam. Jalur cul de sac tidak memberi kesempatan pada penonton berbalik arah, kecuali mengingat nostalgia pada romantika yang pernah tumbuh.

03-cover-halaman 07b

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s