1996. Object and non conventional painting, Pameran Tunggal “Karya Seni”

Object and non conventional painting

PAMERAN TUNGGAL KARYA SENI

AUDITORIUM YPIA

DHARMAHUSADA INDAH BARAT I / 3  SURABAYA

21 – 26 APRIL 1996

 

SAMBUTAN

Rudi Isbandi

Work of art is not a smooth asphalt highwaysmooth, with a panoramic view around tall buildings or traffic density drove the car full of racing each other. More like a work of art with panoramic forest, which infiltrates into it if we would have to face the unexpected and can surprise or make our minds blank. Why?

Karya seni rupa bukanlah jalan raya aspal yang mulus-mulus, dengan panorama sekeliling gedung-gedung tinggi atau kepadatan arus lalu lintas yang penuh mobil melaju saling adu kecepatan. Karya seni rupa lebih mirip dengan panorama hutan, yang apabila kita menelusup ke dalamnya akan kita hadapi hal-hal yang tak terduga dan dapat mengejutkan atau membuat pikiran kita bengong. Kenapa?

A. Hadi Mas’ud

Abstract or realist, though at first glance seem contradictory, but he could swap places depending on the angle freely taken. Reality can be so abstract as questionable clarity feels realistic, and not what’ is called an abstract is also a reality? So, perhaps true if Prajitno Day, an alumnus ISI Yogya, not so concerned about whether his work will go in what category or care about whether his work will go in what category or bulkhead next to where, until he just chose good material for mewadai artistic creative restlessness.

If that sounds abstract work of understanding conventional for us, perhaps because he was not trying to make sense of our reality, perhaps because he was not looking to make sense of everyday reality with reason Conventional realistiknya’ her but reality’ that exists within its own logic which has .

Abstrak atau realis, meski sepintas terasa bertentangan, namun ia bisa bertukar tempat secara bebas tergantung dari sudut yang diambil. Realitas bisa jadi sangat terasa abstrak saat dipertanyakan kejelasan realistiknya, dan bukankah ’apa’ yang disebut abstrak adalah juga sebuah realitas? Jadi, barangkali benar apabila Hari Prajitno, seorang alumnus ISI Yogya, tak begitu peduli terhadap apakah karyanya akan masuk kategori apa atau peduli terhadap apakah karyanya akan masuk kategori apa atau sekat sebelah mana, hingga ia enak saja memilih material artistik untuk mewadai kegelisahan kreatifnya.

Apabila karya tersebut terasa abstrak bagi pemaham konvesional kita, barangkali karena ia memang tak sedang memaknai realitas kita, barangkali karena ia memang tak sedang memaknai realitas keseharian dengan nalar “konvensional – realistiknya’-nya melainkan ‘realitas’ yang ada dalam diri yang punya logika sendiri.

 

Ugo Untoro

Kau biarkan keluar, ia yang tuli ketika angin badai datang

Kau biarkan keluar, ia yang buta ketika jalan raya pada bisingnya

Kau biarkan keluar, ia yang bisu ketika sahabatnya hendak berbagi pikir

Lalu … kau tutup pitunya rapat.

 

CONCEPT CREATION

Could it be the color red means blood, maybe not, or blue as the sea and freedom, is the coolness of tree foliage green, brown ground finish feels smell the rain, black grief and misery. How streaks, streaks chaotic, tempelas, cracked, or whatever there is always unfold as we’ve ever seen before?

This should all be explained only by the hard line of the two lines, as the daily planned or not, it occurred or off; kind of object, condition, activity, and anything you have ever seen by the eye, ear heard, touched hands, kissed his nose, tongue tasted, touched think I will use today and I am always confident it will go away in such a manner as desired, always flowing express themselves on any media to be born and there.

Do not know why sometimes designed in such a way that only a limited time left start, the rest of the ‘process’ more movement embodies the turmoil that is inside that can give meaning, signs, voicing the words without the letter, which did not shout off by mouth.

Semasih no spirit to continue, the added confidence and increasingly became clear I tell you what it is as I fear, joy, despair, play around, joke, satire, misery or something that may not be able to clearly missed.

Hopefully I’m doing will survive intact if only he could whisper softly, at least for myself rather than not doing anything.

KONSEP PENCIPTAAN

Mungkinkah warna merah berarti darah, mungkin tidak, ataukah biru sebagai laut dan kebebasan, hijau adalah kesejukan dedaunan pohon, coklat terasa bau tanah selesai hujan, hitam duka cita dan kesengsaraan. Bagaimana coretan, gurat karut-marut, tempelas, retak-retak, atau apa saja yang ada di situ selalu terungkap seperti yang pernah kita lihat sebelumnya?

Mestinya semua ini sukar dijelaskan hanya dengan sebaris dua baris kalimat, karena keseharian terencana atau tidak, terpikir atau lepas; baik dari benda, kondisi, aktivitas dan apapun yang pernah dilihat oleh mata, didengar telinga, diraba tangan, dicium hidung, dikecap lidah, tersentuh rasa akan saya pergunakan saat ini juga dan saya selalu yakin semuanya akan berlalu sedemikian rupa seperti yang diinginkan, selalu mengalir membahasakan diri pada media apapun untuk bisa lahir dan ada.

Tak tahu mengapa yang kadang dirancang demikian rupa tertinggal hanya sebatas saat memulai, selebihnya sang ‘proses’ lebih banyak mewadahi gerakan gejolak yang ada didalam yang mampu memberi arti, tanda, menyuarakan kata-kata tanpa huruf, berteriak lepas yang tidak melalui mulut.

Semasih ada semangat untuk melanjutkan, makin tambah kepercayaan dan kian menjadi jelas aku bercerita apa adanya seperti yang kutakutkan, kesenangan, keputusasaan, bermain-main, lelucon, satire, kesengsaraan atau sesuatu yang mungkin tak mampu terjawab dengan gamblang.

Semoga yang kukerjakan akan bertahan utuh walau hanya bisa berbisik lirih, setidaknya buat diriku sendiri ketimbang tak melakukan apa-apa.01-kebakaran-di-atas-equator 05-sampah-iv 06-terbakarnya-ladang6-simbol-dan-tanda07-ozon-bolong 08-pengumuman 09-allegro-barbaro11-serpihan 12-masuk-sebelah-kiri-keluar-sebelah-kiri-juga 12-terbakar-dari-belakang 13-komposisi-x

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s