1997. Object Art, “Sudah Tidak Berwarna Lagi”

object art solo exhibition

PAMERAN TUNGGAL “SUDAH TIDAK BERWARNA LAGI”

20 s.d 25 April 1997

AUDITORIUM YPIA

JL. DHARMAHUSADA INDAH BARAT I/3

SURABAYA

uncolour anymore

Truly versatile unlimited everything, wherever I see it reflected real amazement, began to reveal themselves seem inability symptoms, the incidence of which has probably forgotten.

Not just the eyes of record, the whole body vibrates and the legs could not support the weight of the aesthetic moment weathered unrelenting.

For the exhibition this time I threw a small theme ‘It’s Not Colored Again’ which of the many who displayed an experience this year was revealed to the media that we’ve seen in the alley alley, street corner, the courtyard that would have been familiar.

Definition of “colorless” is not called an alignment of the not berpigman, but rather refers to the direction of something that we are now almost forgotten or set aside. Due to the assumption of this age it is no longer a value equivalent to the level of civilization that he is now more civilized.

Seed will still grow even though crushed stone, writhing life of the early provision included up to find sunlight flicker, like a dialogue between childhood friends are telling, as we also live life fearlessly anyway though! Actually we do not know for sure that tomorrow we can still move.

About Nature In The Concept

Starting from the nature of everything, whether it be objects, events, dialogue and others are already in motion nature itself. He’s not just black and white so alone but its dimensions terraced rich shades.

I understand the first natural patterns of events that steady, second nature is defined by a variety of motion events that suddenly comes up with no plan.

About How It Works

Of seeing, hearing, smelling, touching, tasting will have a special meaning according to who is going to translate it. I also have a reference reality may be different from the understanding of others.

The way I normally work with each other to fill the void, the treatment is often not ‘real’ because it was constructed by the thoughts of yesterday to complete the signs, symbols, as already past.

But often that is not through the will of a clear sequence, as if all the reams suddenly mounting and must be reworded; when it means I have to work it out for no reason except that I was active, so enjoy while not also feel more super or feel sick.

Tendency

Of the work as long as there is a trend toward objects around both products factory, garbage, tree felling, and so will give you the meanings attached to the object itself; side by side, to get a structure with another.

Meaning itself is a momenuntuk continue to completion, such as belief in my search for something. The objects that I set will be put towards environmental awareness / life where we live.

 

Sudah Tidak Berwarna Lagi

Sesungguhnya segalanya serba tak terbatas, dimanapun yang saya lihat tergambar nyata ketakjuban, mulai tampak ketidakmampuan diri mengungkap gejala, kejadian yang selama ini mungkin terlupakan.

Tidak sekedar mata merekam, seluruh raga bergetar dan kaki semakin tak kuasa menahan beban momen estetik yang tak kenal lapuk.

Untuk pameran saya kali ini melontarkan suatu tema kecil ‘Sudah Tidak Berwarna Lagi’ yang mana dari sekian banyak yang ditampilkan merupakan pengalaman yang setahun ini terungkap dengan media yang pernah kita lihat di lorong gang, sudut jalan, pelataran yang kiranya sudah tidak asing lagi.

Pengertian “tak berwarna” bukan menyebut suatu kesejajaran terhadap tak berpigman, tetapi lebih merujuk ke arah sesuatu yang kini hampir kita lupakan atau kesampingkan. Karena untuk anggapan zaman ini hal itu tidak lagi menjadi nilai yang disetarakan ke jenjang peradaban yang katanya sekarang lebih beradab.

Sebutir biji akan tetap tumbuh walau ditindih sebongkah batu sekalipun, menggeliat hidup dari bekal awal yang disertakan hingga sampai menemukan sebersit cahaya matahari, layaknya dialog antar sahabat yang menceritakan masa kecil, seperti kita juga menjalani hidup dengan tanpa gentar walau toh! Sebenarnya kita tak tahu pasti bahwa esok kita masih bisa melangkah.

Tentang Alam Dalam Konsep

Bermula dari alam dengan segalanya, baik berupa benda, kejadian, dialog dan lain-lain sudah dalam gerak alam itu sendiri. Dia tidak hanya hitam putih begitu saja tetapi dimensinya bertingkat-tingkat yang kaya nuansa.

Pertama alam saya pahami dengan pola-pola kejadian yang ajeg, kedua alam yang tak terdefinisi dengan berbagai gerak kejadian yang tiba-tiba datang dengan tanpa rencana.

Tentang Cara Kerja

Dari melihat, mendengar, mencium, meraba, mencicipi akan mempunyai makna tersendiri menurut siapa yang akan menerjemahkannya. Saya juga mempunyai referensi realitas yang mungkin berbeda dari pemahaman orang lain.

Cara kerja saya biasanya saling mengisi kekosongan, perlakuan sering tak ‘asli’ karena memang sudah terkonstruksi oleh pikiran-pikiran yang kemarin untuk melengkapi tanda-tanda, simbol-simbol seperti yang sudah lalu.

Tetapi sering juga yang tak melalui runtutan kemauan yang jelas, seakan semua bertumpuk-tumpuk dengan tiba-tiba menggunung dan harus dibahasakan; artinya disaat itu saya harus mengeluarkannya tanpa alasan kecuali berkarya itulah saya merasa aktif, begitu menikmati walau tidak juga merasa lebih super atau merasa sakit.

Kecenderungan

Dari hasil kerja selama ini ada kecenderungan terhadap benda-benda di sekeliling baik produk pabrik, sampah, tebangan pohon, dan sebagainya akan memberikan makna yang melekat pada benda itu sendiri; berdampingan, bersusunan dengan yang lain.

Makna itu sendiri adalah suatu momenuntuk meneruskan hingga tuntas, seperti keyakinan di saat saya mencari sesuatu. Benda-benda yang saya susun akan lebih menempatkan ke arah kesadaran lingkungan / kehidupan dimana kita tinggal.

 b01-cover-halaman-sudah-tidak-berwarna-lagi02-hitam-langitku 03a-artefak-ii 03b-artefak-ii-detil4a-artefak-iii4b-artefak-iii  08-tarian-kemarau 10-bingkisan-ii11-rekaman 12-gagal-bentuk-i 14-hadiah-i13a-bingkisan-iv c01-halaman-belakang-bingkisan-iv1e-komentar-a-hadi-masud

 

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s