2012-2013. Sketch and Poetry, “Perahu Pembawa Pelita dan Benih”

solo exhibition sketch and poetry

Pameran Tunggal Seni Sketsa dan Puisi
“Perahu Pembawa Pelita dan Benih”

poster

pembukaan: 6 desember 2012, jam: 18.30 wib
Pameran berangsung 7 desember 2012 s/d 13 januari 2013
di House of Sampoerna, jl. Taman Sampoerna 6, Surabaya. phone: +62 31 353 9000

Picture1 Picture2

Bowl, exactly container” for the Indians as a multifunctional vessel commonly used by herbalists as a place to grind / crush some parts of the plant, mineral or animal origin for the purpose of some sort of drug / herb and also to be able wewadahi / poison to purposes smear their arrows or spears as hunting vehicle.

No such difference was also pronounced Lao Tze, for the hole / space that makes the vessel as a container. Of both of the above, it was concluded that the space can also be specified in terms of a woman’s uterus or liver that can accommodate just about anything (sak jembare soon), would not be able to accommodate any ocean with forced or not, the ocean as well as the liver.

Back to the concept of the container / mother / woman / womb, tried to describe it as a bowl, a boat, even a crescent shape when viewed in a two dimensional (shape), besides it was like a boat and the bowl is a container vessel as well as support. Do not the moon also generally in Java as well as a symbol of femininity (ayune rich mbulan ndadari).
While the idea of ​​the stone is a burden to be borne, not change the Sisipus the reject” heaven (essence) yearning for the beloved earth, so it should take pains to raise a stone which exceeds himself and even then must also roll her back down; was conducted continuously without stopping (existence), that’s the responsibility of the life lived by the uterus as a form of love and affection.

Mangkok, tepatnya “wadah” yang bagi suku Indian sebagai bejana multifungsi yang biasa digunakan oleh para dukun sebagai tempat menggerus/melumatkan beberapa bagian dari tanaman, mineral atau yang berasal dari hewan untuk keperluan semacam obat/jamu dan sekaligus juga untuk wewadahi bisa/racun guna keperluan melumuri anak panah atau tombak mereka sebagai wahana berburu.

Tidak beda juga seperti diucapkan Lao Tze; karena lubang/ruang itulah menjadikan bejana sebagai wadah. Dari kedua hal di atas, maka disimpulkan bahwa ruang di dalam pengertian tertentu bisa pula rahim seorang perempuan atau hati yang mampu menampung apa saja (sak jembare segara), tidakkah samudera mampu menampung apapun dengan terpaksa atau tidak, samudera seperti juga hati.

Kembali ke konsep tentang wadah/ibu/wanita/rahim, dicoba menggambarkannya sebagai mangkok, perahu, bahkan bulan sabit bila dilihat bentuk secara dua dimensional (shape), disamping hal itu seperti perahu dan mangkok adalah sebagai wadah penampung sekaligus menghidupi. Tidakkah bulan juga secara umum di Jawa juga sebagai simbol kewanitaan (ayune kaya mbulan ndadari).
Sedangkan gambaran tentang batu adalah sebagai beban yang harus ditanggung, tidak ubah si Sisipus yang “menolak” surga (esensi) demi kerinduan pada kekasihnya bumi, sehingga harus bersusah payah menaikkan sebuah batu yang melebihi dirinya dan itupun harus juga menggelindingkannya kembali ke bawah; itu dilakukan terus-menerus tanpa henti (eksistensi), begitulah tanggungjawab terhadap kehidupan yang dihidupi oleh rahim sebagai bentuk cinta dan kasih sayang.

lihat juga di :

1. http://houseofsampoerna.museum/e_gallery_ex_exhibits.html

2. http://jogjanews.com/segera-pameran-tunggal-puisi–ilustrasi-perahu-pembawa-tunas-dan-pelita-hari-prajitno-di-house-of-sampoerna-surabaya

3. http://www.demotix.com/news/1661186/poetry-and-illustration-exhibition-surabaya

4. http://infopijar.wordpress.com/2012/12/08/perahu-pembawa-tunas-dan-pelita/

5. http://www.epochtimes.co.id/entertainment.php?id=743

6. http://www.centroone.com/photo/2012/12/1v/puisi-dan-ilustrasi-perahu-pembawa-tunas-dan-pelita/

7. http://www.antarajatim.com/lihat/berita/100336/25-puisi-ilustrasi-perempuan-dipamerkan-di-surabaya

8. http://www.lensaindonesia.com/2012/12/21/194507.html

9. http://kabargress.com/2012/12/06/perahu-pembawa-tunas-dan-pelita/#comment-1871

10. http://stkw.blogspot.com/2012/12/pameran-karya-hari-prajitno.html

perahu pembawa tanaman dan api perahu tanpa laut terbakar di atas perahublue mount hopepenyangga perahupembangun menara perahutiga perahu pembawa oborwaitingbulan sabit, mangkok dan perahuperahuperahu pembawa batu sdg istirahat perahuperahu pembawa mangkok yg tertambat perahuperahu rusak perahuperahu rusak tonggak dan karang pohonpohon meminta hujan tanaman tanpa akar  tiga lelaki yg menunggu di atas batu dan perahuperahu tertambat tiga perahu pembawa beban  untitled  wanita menunggu....     objek batu dan mangkok

puisi yang dipamerkan lihat di :

https://hariprajitno.wordpress.com/2013/05/23/c1-puisi-beku-batu-rindumu-2012/

59376_394193817325347_1365920147_n401680_394196263991769_1740675427_n27893_394196160658446_991084008_n  486157_394196207325108_1719321156_n319596_394196200658442_1982068760_n 391901_394196103991785_677464564_n   526962_394193040658758_1249571071_n

Iklan

One thought on “2012-2013. Sketch and Poetry, “Perahu Pembawa Pelita dan Benih”

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s