2009. Object, Painting, Drawing, and Sketch, “Arus-Arus Terpencil”

Pameran “Arus-Arus Terpencil”, Ugo Untoro dan HARI PRAJITNO
Emitan Contemporary Art Gallery, Surabaya

Periode 2007-2008

Tiada ketakutan menapaki ranah ketidakjelasan untuk menuju ke depan. Apapun yang terjadi adalah konkrit dan begitu nyata, bahwa tiada ada “batas” untuk memberi tanda apapun yang tertorehkan di sana. Karena DIA berada di sini.

01.cover halaman 01.halaman belakang 02. kamar 03. kursi-kursi di dalam studio stkw 03. malam, bulan sabit, sehabis hujan dan katak 04. kamar 04. rawa-rawa, katak, yuyu, tanaman air, dan banjir 06. beringin depan kelas 06. studio sr-stkw 07. sketsa untuk orang duduk 08. habitat rumah kotak sabun 09.genangan air dan katak 10. no21 11. no22 12. no24 13. objek putih

lihat juga di :

http://www.aaa.org.hk/Collection/Details/28854
http://e-library.msd.ac.id/index.php?p=show_detail&id=990
http://kompas.realviewusa.com/?iid=22934&startpage=page0000003

Rindu Ugo untuk Yang Sepele

Posted on by brangwetan

DUET: Dua di antara beberapa karya Hari Prajitno yang dipajang di Emmitan Contemporary Art Gallery. Foto: MUHAMMAD ROFIQ/RADAR SURABAYA

SURABAYA-Dua teman lama, Ugo Untoro dan Hari Prajitno, bertemu dalam sebuah pameran. Untuk pameran duet pertama mereka itu, kedua seniman lulusan ISI Jogjakarta ini mengambil tajuk Arus-Arus Terpecil, hingga 5 Januari di Emmitan Contemporary Art Gallery, Jl Wali Kota Mustajab, Surabaya.

Meski dikenal sebagai pelukis, kali ini Ugo tak membawa lukisan-lukisannya. Peraih penghargaan Philip Morris Art Award 1994 ini memilih memamerkan seni instalasi yang berupa tangga-tangga biru dan lima video art. Sengaja begitu karena ia mengaku bosan tampil dalam pameran lukisan. Bahkan, untuk video art, inilah media baru bagi seniman kelahiran Purbalingga itu. Video art bertajuk I Miss You ini menjadi cara Ugo untuk mengungkapkan rasa rindunya merasakan hal-hal yang sepele. ’’Saya ingin merasakan hal-hal yang kecil di sekitar saya,’’ katanya.

Rindu memang tertuang dalam I Miss You 1-6. Ia menggarapnya dalam bentuk tangga dari bambu, epoksi, dan cat mobil. Bukan tangga lazimnya yang berbentuk lurus dan terdiri atas beberapa anak tangga. Ada yang bercabang, melengkung, dan memiliki anak tangga yang tidak sempurna.

Salah satunya terbuat dari bamboo sepanjang 15 meter. Tangga-tangga bambu itu sudah menyapa pengunjung yang mengunjungi Emmitan karena ia menempatkannya sejak di halaman galeri, di pintu masuk, hingga ke dalam ruangan. Bahkan, tangga dalam I Miss You 4 digantung menyamping hingga menembus ruangan galeri. Itulah simbol naik dan turun. ’’Dengan tangga, kita bias naik melihat dari atas, lalu kita bisa turun merasakan apa yang ada di bawah,’’ jelasnya.

Dalam video art, Ugo menampilkannya di layar televisi model lama 21 inchi dan dua buah proyektor LCD. Pelaku di video tersebut adalah Ugo sendiri.

Menggunakan media mini DV, video I Miss You 7-11 itu memiliki durasi unlimited loop atau terus menyambung). Dalam pameran yang dikuratori Hendro Wiyanto ini, Hari juga membuat

instalasi berjudul Pesakitan 2. Berbahan ilalang, gelagah, bamboo, dan lampu, yang berbentuk seperti kepompong. Permukaannya terdiri atas batang-batang gelagah yang menancap keluar.

Didalamnya di pasang lampu. Selain itu, Hari memamerkan lima karya lukis astraknya dan delapan drawing. Tentang pameran bersama Ugo, Hari mengaku antusias. ’’Senang sekali bisa bertemu dan pameran bersama dengan Ugo. Terakhir kali kami pameran bareng pada 1998,’’ tutur dosen seni rupa STKW ini. (het)

Radar Surabaya, 3 Januari 2009

kompas

Terang cahaya lilin dikeremangan seolah-olah menyimpan misteri.pijaran api lilin yang terasa sepi dan senyap itu sepersekik padam beriabarengan dengan lelehan panas lilin.sepersekian detik berikutnya terang cahaya lilin itu kembali berpijar.

Itulah bagian dari salah satu video karya eksploratif ugo untoro perupa asal yogjakarta,kelahiran purbalingga jawa tengah yang terangkai dalam kesatuan tangga-tangga bambu berwarna biru dalam wujud yang tidak beraturan melengkung patah-patah dan bercabang.

Dalam pameran bertajuk “arus-aruns terpencil” di Emmitan Contemporary Art Gallery. Jalan Walikota Mustajab, Surabaya, yang diselenggarakan mulai 19 Desember 2008 hingga 5 Januari 2009, Ugo Untoro tidak sendirian. Dia menggelar pameran bersama perupa Surabaya, Hari Prajitno, pengajar Seni Rupa di Sekolah Tinggi Kesenian Wilwatikta Surabaya. Kedua sahabat itu sama-sama kuliah Seni Rupa di Institut Seni Indonesia Yogyakarta.

Ugo yang mengaku jenuh dengan seni rupa yang digelutinya,kini mencoba bermain-main dengan media lain,khususnya vidio,terang gelap terang dalam keremangan yang sunyi senyap itu boleh jadi sebuah realitas kehidupan,bahkan cermin perubahan yang begitu cepat sehingga orang pun tak mampu lagi berpikir atau merenungi kehidupannya.

Pergeseran dan perubahan dari terang,gelap dan kembali terang yang terekam dalam video berjudul”I miss you no.7” itu menemukan korelasi yang amat nista tatkala lembar demi lembar teks dalam buku- simbol kepintaran- seolah tak berarti dan sampah sebagaimana terekam dalam video berjudul “i miss you No.10”.

Dari kedua video tersebut, ugo mencoba menuntaskannya dalam video lain berjudul “i miss you no.8” yang menggambarkan seorang pembuat karya seni keramik dari pasir berwarna kecoklatan tanpa melalui proses pengolahan bahan sehingga tidak pernah jadi alias berantakan.”saya merasa kehilangan momen masa kecil yang remeh-temeh.jadi,melalui main-main dengan video ini,saya merasakan lagi,”kata ugo.

Hendro wiyanto,kurator pameran”arus-arus terpencil”mengatakan,karya-karya ugo menunjukan keintiman seninya dengan narasi-narasi yang berkembang tak terduga dalam diri sang seniman sendiri. Video adalah media baru bagi ugo dan untuk pertama kalinya ditampilkan di galeri ini.

Hari prajitno,karib ugo untoro ,menghadirkan sembilan karya seni sketsa dan tiga lukisan abstrak, serta karya seni instalasi kepompong.karya seni kepompong berjudul”pesaktian” yang menggelantung dalam ruang pamer itu memberikan sentuhan citra atas karya seni yang boleh jadi”tidak laku dijual”.saya menyadari karya yang saya pamerkan ini tidak laku dijual,karena itu saya memberikan beberapa karya lukisan untuk kompensasi galeri untuk dijual,tapi tidak untuk dipamerkan,”kata ugo untoro.(ABDUL LATHIEF)

=01cc kompas 21des08 00

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s