CUCKOO dan Kenaturalannya

1

2

3

Suara Cuckoo sebagai penanda dan esensi di musim semi, namun di balik panggilan magis itu burung dia adalah menipu, pencuri dan pembunuh. Coba lihat bagaimana trik Cuckoo menempatkan telurnya sendiri pada sarang burung lain untuk menerima telurnya sebagai anak semang yang jahat

Anehnya kenapa orang tua angkat tidak bereaksi saat menonton bayi Cuckoo menghancurkan telur dan anak-anaknya sendiri? Dan mengapa induk semang dengan juga tetap bekerja tanpa henti untuk memberi makan si “benalu” yang secara fisik amat berbeda? Ironisnya si benalu Cuckoo tumbuh 3 kali lipat darinya.

Dalam film documenter ini dan temuan ilmiah terbaru lainnya masih tidak bisa menemukan, “mengapa” dari keunikan alam Cuckoo yang sudah hidup selama ribuan tahun. Sebagai naratornya David Attenborough

Lihat di http://www.youtube.com/watch?v=3FEX1XtNbwo

MENULIS PUISI MEMBIKIN KITA LEBIH PINTAR?

MENULIS PUISI MEMBIKIN KITA LEBIH PINTAR?
menulis puisi dapat membuat Anda lebih pintar mungkin lebih tepatnya dikatakan “bijaksana”

Theo_van_Doesburg_kleine_Dada_soirée

http://en.wikipedia.org/wiki/Tristan_Tzara

Ketika seseorang pertama kali mulai mencoba menulis puisi, dia selalu mengeluh tentang aturan ketat seperti rima, jumlah suku kata dan lain-lain yang bersifat konvensional formal, dan banyak dari mereka bahkan mungkin meninggalkan aturan formal dalam mendukung penulisan sajak bebas yang memungkinkan untuk menulis apa pun “puisi” yang mereka mau. Namun ketika seseorang melakukan hal pembebasan di awal mulai penulisan puisinya maka mereka kehilangan kesempatan besar untuk pertumbuhan dan perkembangan intelektualnya.

Sepanjang hidup kita di pelbagai berbagai lingkungan, cuaca atau musim, dan kita telah tunduk pada aturan- aturan atau sistem format alami tersebut. Beberapa cukup masuk akal, sementara yang lain kurang begitu, tetapi mereka semua bertujuan positif, dan mengikuti (atau tidak) telah memberikan hasil yang bisa dikenali dan bahkan diprediksi. Beberapa orang mengikuti sistem aturan dengan sangat baik/ketat, ada juga yang mengakui tidak hanya alasan untuk mematuhi saja, tetapi juga mencatat ketika satu jenis ketaatan sebenarnya akan melanggar  aturan yang ada, ada juga yang mencoba bagaimana untuk menghindari itu (tidakkah hal ini juga akan menjadikan mereka memeras otak?). Sementara orang lain hanya mencoba untuk melawan sistem itu terus menerus.

Di sini bagaimana menulis puisi dalam meter/aturan formal. Apa yang pada percobaan pertama tampaknya sebuah kendala yang amat mengganggu dan sepertinya tidak berguna. Ini mungkin masih sampai batas tertentu misalnya, gaya yang telah didominasi oleh gaya terbatas yang dimiliki jadi bukannya aksen suku kata, tetapi tidak sepenuhnya begitu karena kita akan mengolah beberapa fonem-fonem dari bahasa (Indonesia) dan bahwa penemuan sepenuhnya akan dipahami hanya melalui praktek itu sendiri dari sesuatu yang biasa-biasa saja untuk sesuatu yang lebih berarti.

Sebagai seorang pemula dalam menulis sepotong sajak pendek maka akan mengikuti aturan tertentu (aturan rima aaaa/sajak terus misalnya), kemudian menulis ulang di puisinya yang sama dalam aturan yang lain (misalnya berima abac). Maka lihatlah bagaimana perubahan satu aturan mengubah perasaan dan dampak dari materi pelajaran penggarapan bentuk satu ke bentuk yang lain, dan lihatlah!(belum menyangkut majas lho, masih rima) dia sebagai penyair pemulapun akan menemukan bahwa hal ini juga mengubah penerimaan/persepsi pembaca kan?. Jadi, sebagai penyair setidaknya mengalami suatu perkembangan mengeksplorasi dan adaptif pada setiap aturan. Begitulah sebuah keterampilan: praktek dan eksperimen dengan cara memberi kita pengalaman penemuan, yang memungkinkan diterapkan untuk kehidupan non-puitis kita, kan?.

Mengapa sekolah dan lembaga formal lainnya menerbitkan beberapa aturan yang harus dipatuhi? Atau bagaimana komedi akan mengirimkan pengetahuan budaya dan nilai-nilai? Sebagai contoh dari apa tujuan sebuah lelucon yang dibuat di tengah-tengah perdebatan serius atau instruksi agama atau filsafat? Semua pertanyaan ini harus dilakukan dengan aturan dan struktur komunikasi, dan meluangkan waktu untuk menguasai salah satu bentuk komunikasi, seperti puisi, dapat memberikan wawasan yang lain

Sayangnya, tidak semua orang memiliki wawasan, menulis puisi bisa membuat anda bodoh bukan pintar atau bahkan bijaksana, lain kata kita akan dibimbing ke arah belantara yang sebelumnya tidak kita ketahui. Namun setidaknya bila kita serius maka amat terbuka bagi  untuk mengambil keuntungan dari olah tulis dan rasa mencipta puisi. Walau memang puisi bukanlah sekadar kata-kata indah yang tersusun begitu saja kan?.
Selamat mencoba.

 

terjemahan bebas dan adaptasi dari: http://beardedpoet.wordpress.com/2013/06/02/can-writing-poetry-make-you-smarter-revisited/