15. Aldabran tortoise : Aldabrachelys elephantine (Dipsochelys dussumieri)

Terdiri dari :

1. Aldabra tortoise (Dipsochelys dussumieri)
2. Seychelles giant tortoise (Dipsochelys hololissa)
3. Arnold’s tortoise (Dipsochelys arnoldi)

Status konservasi : Rentan ( IUCN 3.1 )

Kerajaan: Animalia
Filum : Chordata
Kelas : Reptilia
Order: Testudines
Subordo : Cryptodira
Superfamili : Testudinoidea
Keluarga : Testudinidae
Genus : Aldabrachelys
Spesies : A. gigantea

Aldabrachelys gigantea, Schweigger, 1812

Picture1AlChell

Sinonim

Testudo dussumieri Schlegel , 1831 ( Nomen nudum )
Testudo dussumieri Gray , 1831
Testudo daudinii Duméril & Bibron , 1835
Testudo elephantina Duméril & Bibron , 1835
Geochelone ( Chelonoidis ) gigantea Fitzinger , 1835
Testudo hololissa Günther , 1875 ( Nomen nudum )
Testudo hololissa Günther , 1877
Testudo ponderosa Günther , 1877
Testudo sumeirei Sauzier , 1892
Testudo gigantea elephantina Rothschild , 1897
Testudo gigantea gigantea Rothschild , 1897
Testudo gigantea daudini Rothschild , 1906 ( ex errore )
Testudo gigantea soumeirei Rothschild , 1906 ( ex errore )
Testudo gouffei Rothschild , 1906
Testudo daudini Mertens , Müller & Rust , 1934
Testudo gigantea daudinii Mertens & Wermuth , 1955
Geochelone sumeiri Loveridge & Williams , 1957 ( ex errore )
Geochelone elephantina Pritchard , 1967
Geochelone gigantea daudinii Pritchard , 1967
Geochelone gigantea gigantea Pritchard , 1967
Geochelone gouffei Pritchard , 1967
Geochelone sumeirei Pritchard , 1967
Aldabrachelys gigantea Percy , 1970
Megalochelys gigantea gigantea Obst , 1978
Geochelone gigantea elephantina Honegger , 1980
Dipsochelys arnoldi Bour , 1982
Dipsochelys daudinii Bour , 1982
Dipsochelys elephantina Bour , 1982
Dipsochelys hololissa Bour , 1982
Geochelone sumieri Crumly , 1982 ( ex errore )
Dipsochelys sumeirei Bour , 1984
Megalochelys gouffei Obst , 1985
Megalochelys sumeirei Obst , 1985
Aldabrachelys elephantina Iverson , 1986
Dipsochelys elephantina elephantina Bour , 1988
Dipsochelys elephantina sumeirei Bour , 1988
Dipsochelys dussumieri Gerlach & Canning , 1996
Dipsochelys gigantea Gerlach & Canning , 1996
Dipsochelys resurrecta Gerlach & Canning , 1996 ( Nomen nudum )
Testudo sumieri Gerlach & Canning , 1996
Dipsochelis elephantina Rogner , 1996
Geochelone gigentea Sharma , 1998 ( ex errore )
Geochelone daudinii Farkas & Sasvári , 1999
Geochelone dussumieri Farkas & Sasvári , 1999
Geochelone hololissa Farkas & Sasvári , 1999
Testudo arnoldi Paull , 1999
Aldabrachelys dussumieri Orenstein , 2001
Dipsochelys resurrecto Ferri , 2002 ( ex errore )
Aldabrachelys arnoldi Austin , Arnold & Bour 2003
Aldabrachelys daudinii Austin , Arnold & Bour , 2003
Aldabrachelys gouffei Austin , Arnold & Bour , 2003
Aldabrachelys hololissa Austin , Arnold & Bour , 2003
Aldabrachelys ponderosa Austin , Arnold & Bour 2003
Aldabrachelys sumeirei Austin , Arnold & Bour 2003
Aldabrachelys sumierei Austin , Arnold & Bour , 2003 ( ex errore )
Aldabrachelys elephantopus Claude & Tong , 2004
Dipsochelys dussumieri sumeirei Gerlach , 2004
Dipsochelys elephantopus Gerlach , 2004
Dipsochelys sumierei Chambers , 2004
Testudo gajah Chambers , 2004 ( ex errore )
Aldabrachelys arnoldii Le , Raxworthy , McCord & Mertz , 2006 ( ex errore )
Emys gigantea Grandidier , 1868
Testudo grandidieri Vaillant , 1885
Geochelone grandidieri Loveridge & Williams , 1957
Aldabrachelys grandidieri Bour , 1980
Dipsochelys grandidieri Bour , 1982
Megalochelys grandidieri Obst , 1985

Kura raksasa Aldabra (Aldabrachelys gigantea), dari Atol Aldabra di kepulauan Seychelles, adalah salah satu kura-kura terbesar di dunia. Spesies ini secara luas disebut sebagai Aldabrachelys gigantea dan telah ditempatkan dalam genus Dipsochelys sebagai Dipsochelys dussumieri.

Anatomi dan morfologi
Karapas berwarna cokelat atau cokelat mendekati gelap, bentuk berapas berkubah. Memiliki kaki kekar yang menobang berat tubuhnya. Lehernya sangat panjang dan berukuran besar yang membantu untuk mennggapai cabang-cabang pohon yang tingginya satu meter dari tanah sebagai sumber makanan .

Ukurannya tidak jauh berbeda dari si kura terkenal kura raksasa Galapagos, rata-rata panjang karapas nya 120 cm. Berat rata untuk jantan sekitar 250 kg. Betina umumnya lebih kecil daripada yan jantan dengan rata-rata panjang kerapas 90 cm dan berat 150 kg.

Lingkup Penyebaran
Populasi utama kura-kura raksasa Aldabra ini berada di kepulauan Atol Aldabra di Seychelles. Atol telah melindungi kura ini secara alami dari pengaruh manusia dan merupakan rumah bagi sekitar 100.000 kura-kura raksasa, yang merupakan populasi kura darat terbanyak. Sementara populasi yang lain terisolasi di pulau Changuu dekat Zanzibar dan populasi yang lain yaitu berada di konservasi taman di Mauritius dan Rodrigues. Kura-kura ini mampu tinggal diberbagai macam habitat, termasuk padang rumput, semak belukar, hutan bakau, dan di pantai berpasir.

ekologi dan habitat
terdapat keanehan yang mana ada 20an jenis rumput yang tumbuhnya amat pendek, seakan menghindari untuk di makan kura, padahal di habitat yang lain ke 20an jenis rumput itu mampu tumbuh di atas ukuran rahang seekor kura aldabra.

Sebagai hewan terbesardi dalam lingkungannya, kura-kura Aldabra melakukan peran yang sama dengan apa yang dilakukan gajah . Dikarenakan akan amat terlihat di mana kura aldabra memunguti dedaun ranting dan kulit kayu sebagai konsumsi sehari-harinya, disinilah jejak kura akhirnya akan digunakan oleh hewan lain atau kura lainnya untuk menyusur jalur yang sama.

Makanan Alamiahnya
Terutama herbivora, seperti memakan rumput, daun, dan batang ataupun kulit tanaman berkayu. Mereka sesekali mengkonsumsi invertebrata kecil dan bangkai, bahkan tidak jarang memakan tubuh kura-kura yang sudah mati lainnya. Dalam penangkaran mengkonsumsi buah-buahan seperti apel dan pisang, serta cincangan sayur-mayur.
Air tawar yang tersedia untuk diminum amatlah sedikit di habitat alamnya, sehingga mereka memperoleh sebagian besar kandungan air dari makanan.

spesies rumput sebagai sumber makanan :
Bacopa monnieri, Boerhavia elegan, Bulbostylis basalis, cassia aldabrensis, Cyperus dubius, Cyperus ligularis, Cyperus obtusiflorus, Dactyloctenium pilosum, Eragrostis decumbens, Euphorbia prostrata, Euphorbia stoddartii, Evolvulus alsinoides, Fimbristylis cymosa, Fimbristylis ferruginea, Hypoestes aldabrensis, Lagrezia madagascariensis, Lepturus repens, Mollugo spergula, Panicum aldabrense, Phyllanthus maderaspatensis, Pleurostelma cernuum, Plumbaga aphylla, Pycreus pumilus, Ruellia monanthos, Sclerodactylon macrostachyum, Sida parvifolia, Solanum nigrum, Sporobolus testudinum, Sporobolus virginicus, Tephrosia pumila.

tingkah laku
Kura Aldabra baik secara individua maupun di penangkaran cenderung untuk berkumpul di padang rumput terbuka. Mereka paling aktif di pagi hari ketika matahari belum menyengat yang mana mereka cenderung bersama menghabiskan waktu untuk makanan.

Mereka memiliki karakteristik lambat dan hati-hati, walau beitu mereka mampu bergerak cepat. Mereka juga dikenal sebagai akrobatik yang berbahaya seperti hanya bertumpu di satu kaki belakang untuk mencabang cabang yang diinginkan, alhasil biasanya jatuh rebah dengan punggung di atas tanah yang itu berarti tidak mudah untuk membalikkan badan kembali dan resikonya akan mati.

Usia hidup
Kura-kura besar adalah salah satu hewan yang mampu bertahan hidup amat lama di planet bumi ini. Beberapa kura-kura raksasa Aldabra yang dewasa penuh dianggap umur rata-ratanya lebih dari 200 tahun, tapi ini sulit untuk memverifikasi karena mereka cenderung hidup lebih lama sedangkan kita sebagai pengamatnya tidak mampu selama itu. Adwaita, konon salah satu dari empat yang dibawa oleh pelaut Inggris dari Kepulauan Seychelles sebagai hadiah kepada Robert Clive dari British East India Company di abad ke-18 untuk di taruh di kebun binatang Calcutta pada tahun 1875. Pada kematiannya di bulan Maret 2006 di Kolkata (nama Kalkuta sebelumnya) di kebun itu juga, Adwaita dianggap telah mencapai rentang hidup terpanjang 255 tahun (kelahiran tahun 1750). Hari ini, Esmeralda dianggap sebagai kura-kura raksasa tertua yang sanggup hidup hingga 170 tahun, begitu juga sejak kematian Harriet kura Galapagos pada usia 176 tahun.

pembiakan
Antara Februari dan Mei, betina akan bertelur 9 sampai 25 butir telurnya yang lentur, sarangnya bersifat kering. Biasanya kurang dari setengah dari seluruh telur yang subur. Betina akan mampu beberapa musim bertelur dalam setahun. Setelah inkubasi selama sekitar delapan bulan, maka akan menetas di bulan Oktober sampai Desember.

konservasi
Kura raksasa Aldabra memiliki sejarah konservasi yang sangat panjang dan terorganisir. Albert Gunther dari British Museum yang kemudian pindah ke Natural History Museum London (Charles Darwin dan ilmuwan terkenal lainnya juga mendaftarkan diri untuk membantunya) bekerja sama dengan pemerintah Mauritius untuk mendirikan cagar alam pada akhir abad ke-19. Perihal tangkar menangkar, namun berbeda yaitu pada spesies kura-kura raksasa dari pulau-pulau Seychelles (kura raksasa Seychelles/ Dipsochelys hololissa dan kura raksasa Didsochelys Arnoldi) adalah subyek dari penangkaran dan reintroduksi programthe Nature Protection Trust of Seychelles.  . http://en.wikipedia.org/wiki/Aldabra_giant_tortoise

seychelles-map

http://www.taos-telecommunity.org/epow/EPOW-Archive/archive_2011/EPOW-110314.htm

800px-Aldabra.giant.tortoise.arp

http://en.wikipedia.org/wiki/File:Aldabra.giant.tortoise.arp.jpg

800px-Aldabra_Giant_Tortoise_Geochelone_gigantea_edit1

http://en.wikipedia.org/wiki/File:Aldabra_Giant_Tortoise_Geochelone_gigantea_edit1.jpg

800px-Child_riding_tortoise

http://upload.wikimedia.org/wikipedia/commons/0/0a/Child_riding_tortoise.jpg

SEYCHELLES

1.      Seychelles giant tortoise (Dipsochelys hololissa)

ARNold

1.      Arnold’s tortoise (Dipsochelys arnoldi)

14, Kura Merah Alabama – bellied Cooter (Pseudemys alabamensis) ( Baur , 1893)

Status konservasi (IUCN 2.3 )

Kerajaan: Animalia
Filum : Chordata
Kelas : Reptilia
Order: Testudines
Keluarga : Emydidae
Subfamili : Deirochelyinae
Genus : Pseudemys
Spesies : P. alabamensis

14. Alabamamerah

Sinonim :
Pseudemys alabamensis Baur , 1893
Chrysemys ababamensis Ditmars , 1907 ( ex errore )
Pseudemys rubriventris alabamensis Stejneger , 1938
Chrysemys rubriventris alabamensis Obst , 1983

reptil resmi negara bagian Alabama

Diskripsi :
Kura Perut merah ini mendiami perairan sungai, rawa, dan kolam tetapi juga memungkinkan juga berada di payau Delta di Baldwin County. Makanannya terdiri dari kebanyakan tanaman air, dia suka berjemur di atas kekayu yang tertambat ataupun bebatuan sungai. Musim bersarang terjadi dari Mei hingga Juli. Penyu betina bertelur di tanah kering, menggali sarang di tanah berpasir, bertelur 4 sampai 9 butir. Tukik biasanya menetas di awal atau selama musim panas. Namun, ketika bersarang di akhir Juli, maka tukik akan berdiam diri selama musim dingin di sarang yang kemudian muncul pada musim semi berikutnya. http://en.wikipedia.org/wiki/Alabama_red-bellied_cooter

14pseudemys_alabamensis_ran_v_niclos_www_testudines_org_000_000_ful

http://www.testudines.org/es/taxons/taxon/51/distribution

14Young-Alabama-red-bellied-turtle-on-bench

http://www.arkive.org/alabama-red-bellied-turtle/pseudemys-alabamensis/image-G68824.html

14Head-of-Alabama-red-bellied-turtle

http://www.arkive.org/alabama-red-bellied-turtle/pseudemys-alabamensis/image-G88043.html

14Close-up-of-face-of-Alabama-red-bellied-turtle

http://www.arkive.org/alabama-red-bellied-turtle/pseudemys-alabamensis/image-G88045.html

14Alabama-red-bellied-turtle-at-waters-edge

http://www.arkive.org/alabama-red-bellied-turtle/pseudemys-alabamensis/image-G88042.html

14Plastron-view-of-young-Alabama-red-bellied-turtle

http://www.arkive.org/alabama-red-bellied-turtle/pseudemys-alabamensis/image-G75567.html

9. African tent tortoise/ Kura Tenda (Psammobates tentorius tentorius)

Genus Kura Psammobates, (Linnaeus, 1758)

Genus Psammobates ini berisi tiga spesies yaitu :
1. Psammobates geometricus/kura geometrik,
2. Psammobates oculifer/kura Serrated star/kura bergerigi,
3. Psammobates tentorius/kura tenda, yang semuanya asli Afrika Selatan.

Asal kata Psammobates berarti “mencintai pasir”, dan kura-kura ini biasanya mendiami daerah kering dan semi-kering Afrika bagian selatan. Makanannya adalah adalah vegetasi khusus dan adaptasinya juga di lingkungan khusus yang berarti bahwa spesies ini umumnya tidak mampu bertahan hidup di luar habitat mereka dan segera mati ketika dipelihara di penangkaran .

Ketiga spesies terancam oleh para pencari-pengumpul-pengepul binatang liar dan perusakan habitat, namun jenis geometriklah yang secara historis adalah yang terburuk terkena dampak itu dan sekarang amat terancam lenyap dari habitat liar aslinya.
Peta distribusi spesies kura-kura 3 Psammobates di Afrika Selatan .
http://en.wikipedia.org/wiki/Psammobates

African tent tortoise/ Kura Tenda (Psammobates tentorius tentorius)

Kerajaan: Animalia
Filum : Chordata
Kelas : Reptilia
Order: Testudines
Subordo : Cryptodira
Keluarga : Testudinidae
Genus : Psammobates
Spesies : P. tentorius

Psammobates tentorius
( Kuhl , 1820 )

kuraTendaBadui

Sinonim :
Psammobates tentorius tentorius

Testudo tentoria Bell , 1828
Peltastes tentorius Gray , 1870
Chersinella tentoria albanica Hewitt , 1933
Chersinella tentoria duerdeni Hewitt , 1933
Chersinella tentoria karuella Hewitt , 1933
Chersinella tentoria karuica Hewitt , 1933
Chersinella tentoria lativittata Hewitt , 1933
Chersinella tentoria piscatella Hewitt , 1933
Chersinella tentoria subsulcata Hewitt , 1933
Chersinella tentoria tentorioides Hewitt , 1933
Psammobates tentoria albanica Hewitt , 1937
Psammobates tentoria duerdeni Hewitt , 1937
Psammobates tentoria piscatella Hewitt , 1937
Psammobates [ tentoria ] tentoria Hewitt , 1937
Psammobates tentoria tentorioides Hewitt , 1937
Psammobates tentoria karruica Fitzsimons , 1946 ( ex errore )
Psammobates tentorius tentorius Loveridge & Williams , 1957
Testudo tentoria tentoria Wermuth & Mertens , 1961

Psammobates tentorius trimeni

Testudo trimeni Boulenger , 1886
Chersinella tentoria hexensis Hewitt , 1933
Chersinella trimeni Hewitt , 1933
Psammobates trimeni Hewitt , 1937
Psammobates tentorius trimeni Loveridge & Williams , 1957
Testudo tentoria trimeni Wermuth & Mertens , 1961
Psammobates tentoria trimeni Obst 1985

Psammobates tentorius verroxii

Testudo verroxii Smith , 1839
Peltastes verreauxii Gray , 1870
Peltastes verroxii Gray , 1870
Testudo verreauxii Rochebrune , 1884
Testudo fiski Boulenger , 1886
Testudo smithi Boulenger , 1886
Testudo fiskii Boulenger , 1889 ( ex errore )
Testudo smithii Boulenger , 1889 ( ex errore )
Testudo seimundi Boulenger , 1903
Testudo boettgeri Siebenrock , 1904
Homopus bergeri Lindholm , 1906
Testudo bergeri Siebenrock , 1909
Testudo oscarboettgeri Lindholm , 1929
Chersinella fiski colesbergensis Hewitt , 1934
Chersinella fiski cronwrighti Hewitt , 1934
Chersinella [ fiski ] fiski Hewitt , 1934
Chersinella fiski grica Hewitt , 1934
Chersinella fiski gricoides Hewitt , 1934
Chersinella fiski orangensis Hewitt , 1934
Chersinella fiski seimundi Hewitt , 1934
Chersinella schonlandi Hewitt , 1934
Chersinella verroxii amasensis Hewitt , 1934
Chersinella verroxii bergeri Hewitt , 1934
Chersinella verroxii boettgeri Hewitt , 1934
Chersinella verroxii smithi Hewitt , 1934
Chersinella [ verroxii ] verroxii Hewitt , 1934
Testudo verroxi Mertens , Müller & Rust , 1934 ( ex errore )
Chersinella boettgeri Fitzsimons , 1935
Chersinella fiskii Fitzsimons , 1935
Psammobates fiski colesbergensis Hewitt , 1937
Psammobates fiski cronwrighti Hewitt , 1937
Psammobates depressa Fitzsimons , 1938
Psammobates fiskii Fitzsimons , 1938
Psammobates fiskii fiskii Fitzsimons , 1946
Testudo smithi bergeri Mertens & Wermuth , 1955
Testudo smithi smithi Mertens & Wermuth , 1955
Testudo verroxii bergeri Mertens , 1955
Testudo verroxii smithi Mertens , 1955
Psammobates tentorius verroxii Loveridge & Williams , 1957
Chersinella schoenlandi Villiers , 1958 ( ex errore )
Psammobates verrauxi Villiers , 1958 ( ex errore )
Testudo tentoria verroxii Wermuth & Mertens , 1961
Psammobates tentorius verroxi Pritchard , 1979
Psammobates tentoria verroxi Obst , 1985
Testudo tentorius verroxii Branch , 1989
Psammobates tentorius veroxi Highfield , 1996 ( ex errore )

Kura Tenda (Psammobates tentorius) adalah spesies kura-kura dan salah satu dari tiga anggota dari genus, Psammobates. Dikenal secara lokal sebagai kura tenda/ Karoo, spesies ini sangat bervariasi ditemukan di daerah Karoo dan di daerah semi-gurun Selatan Afrika.
distribusi
Karoo kura tenda populasinya amat sedikit di seluruh Karoo dan daerah semi-gurun lain di Afrika Selatan yang membentang dari pusat Namibia sampai hampir ke pantai selatan Afrika Selatan .

Jumlah populasi kura di Karoo sangat jarang dan langka karena jauhnya jarak penyebarannya. Spesies ini juga semakin langka karena perusakan habitat dan oleh pengumpul binatang peliharaan ilegal untuk diperdagangkan. Karena makanannya amat spesifik yaitu tanaman yang hanya tumbuh di Karoo, spesies ini jarang mampu bertahan di penangkaran dan biasanya segera mati ketika tercerabut dari habitat aslinya.

identifikasi
Kura tenda Karoo adalah spesies yang sangat variabel, setidaknya memiliki tiga subspesies yaitu :
a. Karoo subspesies, Psammobates tentorius tentorius (spesies Type),
b. Namaqualand subspesies, Psammobates tentorius trimeni, dan
c. Bushmanland subspesies, Psammobates tentorius verroxii.
Cangkangnya berwarna coklat tua atau hitam dengan motif kuning atau oranye bergaris bintang memancar setiap lempemg kerapasnya. Kura tenda memiliki pola geometris yang indah bagai tenda kaum badui ‘tenda Badui ‘. Pewarnaan dan ukuran kura-kura ini digolongkan dalam kura kecil yang variasi jenisnya bervariabel dari satu daerah ke daerah lain dan juga terdapat ‘populasi’ tunggal seperti Psammobates tentorius tentorius (spesies Type). Spesimen kadang-kadang berwarna coklat merata, meskipun ini sangat jarang terjadi. Spesimen jantan jauh lebih kecil daripada betina, dan memiliki plastron cekung .

Tiga subspesies diakui oleh ahli biologi :
Di Selatan terdapat kura tenda “Karoo”, Psammobates tentorius tentorius (spesifik) atau kura-kura tenda secara umum. Authority: Bell 1828. Distribusi :
a. Di bagian selatan wilayah Karoo . Afrika Selatan (Southern dan Karoo timur dari Grahamstown ke Matjiesfontein ). Subspesies ini yang paling tinggi mengerucut ‘ tenda scutes kerucut’, dengan bintang kuning kusam memancar pada latar belakang hitam.

b. Di Barat (” Namaqualand) kura tenda Psammobates tentorius trimeni (Boulenger, 1886) Distribusi : Namaqualand The Coast . Namibia (Lambert Bay di utara Sungai Orange di Great Namaqualand ) dan Afrika Selatan ( barat Propinsi Cape ). Ini adalah subspesies terkecil , dan juga paling berani, pewarnaan terang dan berkembang dengan baik.

c. Di Utara (” Bushmanland”) kura tenda Psammobates tentorius verroxii (Smith, 1839), Distribusi : Bagian terkering dari Karoo pedalaman. Namibia (barat laut Great Namaqualand) dan Afrika Selatan (Propinsi Cape utar) . Bentu kerapas membulat sementara bentu tendnya terletak ke belakang, warnanya cenderung coklat pudar. http://en.wikipedia.org/wiki/Tent_tortoise

psammobates_tentorius_ran_v_niclos_www_testudines_org_000_000_ful

http://www.testudines.org/es/taxons/taxon/132/distribution

Psammobates_tent_tortoise_species_map_-_Southern_Africa

http://en.wikipedia.org/wiki/File:Psammobates_tent_tortoise_species_map_-_Southern_Africa.png

ANI024-00476

http://www.joelsartore.com/stock/ANI024-00476/?search=tentorius&sequence=5&num=100

6475505677_c1f31bde5d_z

Bushmanland Tent Tortoise (Psammobates tentorius verroxii) http://www.flickr.com/photos/cowyeow/6475505677/

Psammobates tentorius trimeniweb

ptt2

Psammobates tentorius verroxii,  http://www.natgeocreative.com/photography/1218929

Psammobates tentorius verroxiiweb

psammobates_oculiferus_11

http://www.infotortuga.com/psammobates_oculiferus.htm

8. African spurred tortoise (Geochelone sulcata)

Status konservasi Rentan ( IUCN 2.3 )

Picture1Sulct

kura-kura sulcata, adalah spesies kura-kura yang menghuni tepi selatan gurun Sahara di Afrika utara . spesies kura kura terbesar ketiga di dunia dan spesies terbesar di daratan yang bukan penghuni di sebuah pulau.

Taksonomi dan etimologi:
Nama generiknya adalah kombinasi dari dua kata Yunani : geo ( γαῖα ) yang berarti “bumi ” atau ” tanah” dan chelone ( χελώνη ) yang berarti ” kura-kura “. Nama spesifik sulcata adalah dari sulkus kata Latin yang berarti ” alur ” dan mengacu pada alur-alur pada skala kura-kura.

Penyebaran dan habitat:
hidup di Gurun Sahara dan Sahel, sebuah ekoregion transisi padang rumput semi kering, sabana, dan shrublands duri ditemukan di negara-negara Burkina Faso, Chad, Eritrea, Ethiopia, Mali, Mauritania, Nigeria, Senegal, dan Sudan pada daerah-daerah keringnya. Kebiasaannnya menggali liang di tanah untuk “ngadem” sampai menemukan tingkat kelembaban yang lebih tinggi, dan menghabiskan waktunya di hari-hari terpanas lubang itu (astivasi) . . kedalaman Liang mungkin rata-rata sampai 60 cm atau lebih atau dan berbentuk terowongan sepanjang 2m atau lebih ke dalam tanah.

Ukuran dan umur:
G. sulcata adalah spesies terbesar ketiga kura-kura di dunia setelah kura-kura Galapagos , dan kura-kura raksasa Aldabra , dan kura-kura terbesar dari daratan. Kura dewasa biasanya bila sudah mencapai 24 sampai 36 tahun dgn ukuran bisa mencapai panjang kerapas 60-90 cm dgn berat 45-91 kg. Pertumbuhan dari anakan ukuran 2-4 cm dengan sangat cepat sampai 15-25 cm dalam beberapa tahun pertama di kehidupannya. Jangka hidup sekitar 50-150 tahun, walau mungkin bisa hidup lebih lama lagi. ( Tertua di penangkaran adalah 54 tahun yang terletak di Giza Zoological Gardens, Mesir, 1986 ).

makanan:
herbivora terdiri dari berbagai jenis rumput dan tanaman yang tinggi serat dan sangat rendah protein. Konsumsi terlalu banyak protein dapat menyebabkan cangkang membentuk tonjolan bagai pyramid. Menyajikan buah harus dihindari. http://en.wikipedia.org/wiki/African_spurred_tortoise

gcs_map

http://www.zelvy.cz/galerie/gc_sulc.html

African spurred tortoise hatching - CAPTION

http://www.bluechameleon.org/Reptile%20&%20Amphibian%20Photography.htm

Close-up-of-an-African-spurred-tortoise

http://www.arkive.org/african-spurred-tortoise/centrochelys-sulcata/image-G22681.html

Juvenile-African-spurred-tortoise

http://www.arkive.org/african-spurred-tortoise/centrochelys-sulcata/image-G22681.html

African-spurred-tortoise

http://www.arkive.org/african-spurred-tortoise/centrochelys-sulcata/image-G137772.html

African-spurred-tortoise-

http://www.arkive.org/african-spurred-tortoise/centrochelys-sulcata/image-G23033.html

African-spurred-tortoise-in-hollow

http://www.arkive.org/african-spurred-tortoise/centrochelys-sulcata/image-G23033.html

male-african-spurred-tortoises-fighting

http://www.arkive.org/african-spurred-tortoise/centrochelys-sulcata/image-G22451.html

ill_turtle_plastron

http://www.peteducation.com/article.cfm?c=17+1797&aid=2700

12. Kura Hutan Arakan (Heosemys depressa)

konservasiSangat Terancam Punah ( IUCN 2.3 )

Kerajaan: Animalia
Filum : Chordata
Kelas : Sauropsida
Order: Testudines
Subordo : Cryptodira
Superfamili : Testudinoidea
Keluarga : Geoemydidae
Genus : Heosemys
Spesies : H. depressa

arakan turtle burma

binomialHeosemys depressa (Anderson, 1875)
Sinonim : Geoemyda depressa Anderson, 1875Geoemyda arakana Theobald, 1876Heosemys depressa Stejneger, 1902

Kura Hutan Arakan, merupakan spesies sangat langka yang hanya hidup di hutan perbukitan Arakan-Myanmar barat. Ini adalah kura-kura semiterrestrial yang berarti dapat bertahan hidup di air serta habitat darat, tetapi bagi yang sudah dewasa lebih memilih tinggal di habitat darat . Mereka sebagian besar akan selalu bersembunyi di serasah dedaunan, pepohonan tumbang jika tidak aktif mencari makanan. Kura ini bersifat omnivora, memakan hewan dan tumbuhan, mereka agresif ketika sedang mencari dan memakan serangga, cacing, dan ikan. Mereka juga mengkonsumsi buah yang jatuh di lantai hutan.
Awalnya kura ini diyakini sudah punah (terakhir terlihat pada tahun 1908), tetapi pada tahun 1994 ditemukan kembali ketika beberapa spesimen muncul di pasar makanan Asia. Seperti kura-kura Asia lainnya yang dikumpulkan setiap tahun sebagai sumber makanan atau untuk ” obat medis ”

14 kura-kura hutan Arakan terpelihara dgn baik di Lembaga Asosiasi Kebun Binatang dan Akuarium yang terakreditasi di Amerika Serikat, di Kebun Binatang Atlanta, St Louis Zoo, Kebun Binatang Metro Miami, River Bank Binatang dan Taman di Columbia, South Carolina, dan Knoxville Zoo.
Pada bulan Mei 2007, Kebun Binatang Atlanta, satu-satunya fasilitas penangkaran kura hutan Arakan di dunia telah mengumumkan keberhasilan penetasan tukik keempat telah lahir di sana dalam enam tahun terakhir.  http://en.wikipedia.org/wiki/Arakan_forest_turtle

272px-Burma_topo_en

Topography of Myanmar. The Arakan Mountains http://en.wikipedia.org/wiki/File:Burma_topo_en.jpg

arakan23

A rare baby Arakan forest turtle is shown at Zoo Atlanta Tuesday, May 1, 2007 in Atlanta. In May 2009, Texas and New York researchers discovered five Arakan forest turtles in a Myanmar forest.

Arakan-forest-turtle-head-detail

http://www.arkive.org/arakan-forest-turtle/heosemys-depressa/image-G19097.html

Front-view-of-an-Arakan-forest-turtle

http://www.arkive.org/arakan-forest-turtle/heosemys-depressa/image-G108635.html

Dorsal-view-of-an-Arakan-forest-turtle-

http://www.arkive.org/arakan-forest-turtle/heosemys-depressa/image-G19186.html

Ventral-view-of-an-Arakan-forest-turtle-

http://www.arkive.org/arakan-forest-turtle/heosemys-depressa/image-G19188.html

7. African softshell turtle (Trionyx triunguis)

Kerajaan: Animalia
Filum : Chordata
Subphylum : Vertebrata
Kelas : Reptilia
Order: Testudines
Keluarga : Trionychidae
Genus : trionyx
Spesies : T. triunguis

Picture1

Sinonim:
Testudo triunguis Forsskål , 1775Testudo striata Suckow , 1798Trionyx egyptiacus Geoffroy Saint – Hilaire , 1809Trionyx aegyptiacus Geoffroy Saint – Hilaire , 1809Amyda triunguis Oken , 1816Aspidonectes aegyptiacus Wagler , 1830Trionyx niloticus Gray , 1831Gymnopodus aegyptiacus Duméril & Bibron , 1835Trionyx ( Pelodiscus ) labiatus Fitzinger , 1835Tyrse nilotica Gray , 1844Trionyx mortoni Hallowell , 1844Aspidonectes aspilus Cope , 1860Fordia africana Gray , 1869Trionyx triunguis Peters , 1876Gymnopus aspilus Rochebrune , 1884Gymnopus aegyptiacus Boulenger , 1889Pelodiscus triunguis Baur , 1893Aspidonectes triunguis Hay , 1904Pelodiscus labiatus Hay , 1904Tyrse triunguis Hay , 1904Trionyx triunguis rudolfianus Deraniyagala , 1948Amyda triunguis rudolfianus Mertens & Wermuth , 1955Amyda triunguis triunguis Mertens & Wermuth , 1955Trionyx aegypticus Młynarski , 1969 ( ex errore )Trionyx triungus Gosławski & Hryniewicz , 1993 ( ex errore )Trionix triunguis Richard , 1999

Bulus Afrika atau Bulus Sungai Nil, trionyx triunguis, adalah spesies bulus besar di habitat air tawar dan payau di Afrika (bagian Timur, Barat dan Afrika Tengah) dan Timur Dekat ( Israel , Lebanon, Suriah dan Turki ). Bulus ini adalah satu-satunya spesies yang masih ada dari genus trionyx, tetapi secara umum tentang kura berkerapas lunank di masa lalu ditempatkan dalam genus itu. Tetapi mereka kini telah dipindahkan ke genera yang lain meskipun nama ” bulus “, itu bukan satu-satunya spesies atau genus softshell yang ada di Afrika, misal genera Cyclanorbis dan Cycloderma juga berasal dari Afrika. http://en.wikipedia.org/wiki/African_softshell_turtle

Distribusi
sebagian besar di benua Afrika kecuali perairan selatan dan NW Afrika. Putih (bawah Murchison Falls) dan Blue Nile drainase, Danau Rudolf dan Albert, anak sungai dari Sungai Kongo, W / C / N Republik Demokratik Kongo (Zaire), dan sebagian besar drainase di Afrika Barat incl. Gabon, Mauritania. Sepanjang pantai Israel, Lebanon, Suriah, dan Turki, Yunani (Kos),Mesir, Eritrea, Ethiopia, Sudan, Somalia S, Kenya, Angola, barat daya ke N Namibia dan barat ke Senegal, Mali, Republik Afrika Tengah,Gambia (Hakansson 1981), dan Kamerun. http://reptile-database.reptarium.cz/species?genus=Trionyx&species=triunguis

deskripsi
kura-kura ini juga disebut kura-kura bulus Afrika, adalah yang terbesar dari Genus ini. Tulang karapas berbentuk datar yang ditutupi lapisan kulit tebal, kasar, bagian kerapas lunaknya berwarna zaitun sedang kulit tebal yang membungkus berwarna coklat berhias bintik-bintik putih yang terikat dengan warna kuning. Bintik-bintik ini dapat memudar dengan berlangsungnya usia dewasa. Keseluruhan bentuk formnya berbentuk oval, karapas flat menebal di atas leher. Bentuk kepala memanjang berakhir dengan mengerucut, hidung bagai alat snorkeling dan kulit di atas mulut sangat tajam menebal.

Tungkai memiliki tiga cakar masing-masing dan berselaput antara. Kepala dan anggota badan berwarna zaitun dengan bintik-bintik juga. Dagu dan leher memiliki bintik-bintik putih besar dan bagian bawah badan berwarna kuning. Plastron berwarna putih . Ekor jantan lebih panjang dan tebal dengan kloaka terletak jauh dari plastron, sedangkan betina berada lebih dekat ke arah plastron. Yang Remaja memiliki baris tuberkel pada kerapasnya.

Panjang : 95 cm .

distribusi:
Kura-kura yang ditemukan sepanjang sungai nile baik hulu maupun hilir serta anak sungai dari Sungai Kongo dan Sungai Sombreiro di Nigeria. Mereka juga ditemukan di Samudra Atlantik di lepas pantai barat Afrika dan di Laut Mediterania utara sejauh pulau Kos di Yunani. Mereka juga terlihat sampai sungai di sisi timur Mediterania.

habitat:
Bulus ini banyak ditemukan di air tawar dari sungai dan danau dengan pasir lembut atau dasar berlumpur. Mereka juga ditemukan di air payau serta air asin dari Atlantik dan Mediterania .

makanan:
makanan omnivora, termasuk serangga air, moluska, krustasea, katak, ikan, dan kura-kura dan hewan kecil lainnya, bangkai mamalia, mungkin juga buah, kacang-kacangan, dan biji-bijian.

Reproduksi dan Pengembangan:
perilaku pacaran dan kawin tidak diketahui, tetapi masa peneluran pada akhir Maret hingga Juli. Sarang digali di dataran pasir atau tanah serta di pulau-pulau yang terletak dipesisir pantai dari Mediterania dan pantai barat Afrika terutama di dekat mulut sungai . Di Turki dan Israel bersarang di pinggiran delta sampai sepanjang sungai. Jumlah telur 25 sampai lebih dari 100 butir berwarna putih, rapuh, oval. Inkubasi antara 60-80 hari atau lebih. Tukik berwarna coklat kehijauan dengan bintik-bintik kuning yang lebih mencolok, kerapas dikelilingi warna garis kecoklatan atau hitam.

adaptasi:
bulus ini mampu beradaptasi di lingkungan perairan asin, air payau dan sungai. kerapasnya lebar, lunak halus ditengah dan lembut di pinggiran yang memungkinkan untuk bergerak di dalam air dengan mudah. Anggota badan berselaput memfasilitasi untuk berenang dengan efisiensi karena seperti dayung. Mereka adalah perenang yang kuat dalam air yang deras bergerak. Mereka sanggup tetap menyelam untuk jangka waktu yang lama karena dapat mengambil oksigen dari air yang mereka pompa masuk dan keluar dari mulut. Oksigen terhisap tenggorokan yang dilapisi oleh serabut kapiler kaya akan darah (proyeksi kecil yang meningkatkan permukaan dalam pertukaran gas) yang bertindak seperti insang. Ini pernapasan buccopharyngeal (pertukaran gas terjadi melalui kapiler dalam rongga mulut karena udara dilewatkan masuk dan keluar) menyediakan 30 % dari oksigen yang mereka butuhkan. Sisa 70 % dari kebutuhan oksigennya beri saat menyelam yang diserap melalui melalui kulit. Selain itu, mereka begitu besar mereka dapat berenang di lautan tanpa dehidrasi.

penyamaran dari predator cukup efisien karena tampak gelap sperti warna air di saat itu, dan bila kita melihat mereka dari bawah air hingga kita melihat plastronnya seakan awan putih sementara plastron putih. Mereka adalah perenang cepat, memiliki temperamen agresif dan memiliki rahang yang tangguh yang melindungi diri jika diserang .

Mereka secara alami ingin tahu, cerdas, dan lucu tetapi dia adalah menyergap pemburu yang tangguh bila terdapat mangsa di pinggiran atau di dasar sungai berlumpur dengan cepat menyerang menggunakan fleksibilitas memolorkan lehernya, tentu menggigitnya dgn kekutan rahangnya yang di bantu cakar uantuk mencengkeram mangsanya. Rahangnya mampu memotong bagai gunting.
Di sepanjang Sungai Sombreiro di Nigeria pernah diketahui bahwa gerombolan bulus ini mampu memakan bangkai kambing dan babi hingga tuntas. Bulus ini suka berjemur di pantai atau kekayu yang sedang tertambat di sungai selama setengah jam. Bulus ini juga mampu dengan Kekuatan memanjat pagar atau bebatuan di sungi setinggi 1 m.

Ancaman terhadap kelangsungan hidup:
sangat terancam karena sering terjerat kapal pukat udang dan kebanyakan yang tertangkap adalah indukan dewasa yang rata-rata memiliki karapas lebih dari 50cm, artinya dari semua yang tertangkap adalah memiliki kemampuan berbiak lebih tinggi dan beberapa perahu wisata yang menyediakan makanan untuk bulus ini sehingga wisatawan dapat melihat kura-kura ini memakan makanan yang wisatawan sediakan sehingga dampak negatifnya ketergantungan pada manusia. Bulus ini juga banyak dikonsumsi daging ataupun telunya, atau yang lain seperti misalnya di Sudan banyak manusia menangkapi bulus ini untuk telur atau dagingnya sebagai konsumsi juga Karapas dan kulitnya dibentangkan digunakan untuk membuat alat musik semacam gitar. Selain itu suku Nubian menggunakan karapas sebagai perisai. http://www.torontozoo.com/exploretheZoo/AnimalDetails.asp?pg=817

map_of_Trionyx_triunguis

http://www.discoverlife.org/mp/20q?search=Trionyx+triunguis

7300319-nile-soft-shelled-turtle-trionyx-triunguis-in-the-river-alexander-israel

http://www.123rf.com/photo_7300319_nile-soft-shelled-turtle-trionyx-triunguis-in-the-river-alexander-israel.html

7300504-nile-soft-shelled-turtle-trionyx-triunguis-in-the-river-alexander-israel

http://www.123rf.com/photo_7300504_nile-soft-shelled-turtle-trionyx-triunguis-in-the-river-alexander-israel.html

7300493-nile-soft-shelled-turtle-trionyx-triunguis-in-the-river-alexander-israel

http://www.123rf.com/photo_7300493_nile-soft-shelled-turtle-trionyx-triunguis-in-the-river-alexander-israel.html

KC7T1572 African Softshell-L

http://www.eyalbartov.com/ReptilesofIsrael/Tortoises/14002960_9cwdTG/1029938011_9QcXWND

6. African serrated star tortoise ( Psammobates oculiferus )(Kuhl , 1820)

Kerajaan: Animalia
Filum : Chordata
Kelas : Reptilia
Order: Testudines
Subordo : Cryptodira
Keluarga : Testudinidae
Genus : Psammobates
Spesies : P. oculifer

Picture2PO

Sinonim
Testudo oculifera Kuhl , 1820
Emys occilifera Gray , 1831 ( ex errore )
Emys oculifera Gray , 1831
Testudo semiserrata Smith , 1839
Clemmys oculifera Strauch , 1862
Peltastes semiserratus Gray , 1870
Chersinella oculifera Hewitt , 1933
Psammobates oculifera Hewitt , 1937
Psammobates oculifer Loveridge & Williams , 1957
Psammobates oculiferus Crumly , 1989

Kura Bergerigi, Psammobates oculifer, di dalam bahasa Jerman : Kalahari – Strahlenschildkröte, adalah spesies kura-kura yang hidup di gurun Kalahari wilayah Afrika bagian selatan. Juga dikenal sebagai kura-kura tenda Kalahari, termasuk salah satu dari tiga anggota dari genus, Psammobates .

distribusi
Kura ini ditemukan di negara-negara Afrika Selatan, termasuk Botswana , Namibia , dan Republik Afrika Selatan . Di sepanjang gurun Kalahari, dia jarang ditemukan bersliweran, begitu langka disbanding keluasan jangkauan di habitatnya.

deskripsi
Spesies ini termasuk relatif kecil, dengan panjang kerapas 12-15 cm .
Setiap kulit scute diwarnai dengan pancaran bintang – pola sinar hitam pada latar belakang cokelat . Spesies ini memiliki tuberkel pantat dan scute nuchal shell yang luas walau kadang juga terbagi. Para jantan memiliki ekor lebih panjang dan lebih mengecil memanjang, scutes lebih mengerucut di bagian belakang serta perut cekung. Betina meletakkan telur 1 atau 2 butir pada bulan Desember.

Kebutuhan dan konservasi
Kerapas hewan kecil untuk untuk parfum dan keterbatasan dan lunturnya undang-undang konservasi alam untuk melindungi spesies ini sehingga semakin hari semakin menurun secara drastis.
Spesies ini hanya memakan succulents tertentu dan jenis tanaman lainnya yang hanya tumbuh di Kalahari , sehingga tidak mampu bertahan hidup bila di penangkaran dan biasanya segera mati ketika tercerabut dari habitat aslinya. Tetapi hal yangbpaling utama tetap dating dari keterancamannya oleh pengumpul dan pengepul ilegal untuk diperdagangkan sebagai binatang piaraan..
http://en.wikipedia.org/wiki/Serrated_tortoise

Picture1

http://www.testudines.org/en/medias/media/5910

506b2d60425d2

http://www.ifauna.cz/terarijni-zvirata/forum/r/detail/808404/odchov-psammobates-oculiferus

psammobates_oculiferus_bernard_dupont_lickr_comberniedup_001_000_big

http://www.testudines.org/es/taxons/taxon/130/descrition

kalahari-tent-tortoise-11

http://goyamagata.photoshelter.com/image/I0000ifCIdZQVhlg

psammobates_oculiferus_bernard_dupont_lickr_comberniedup_001_001_big

http://www.testudines.org/es/taxons/taxon/130/description

OLYMPUS DIGITAL CAMERA

http://www.gondwana-collection.com/home/namibia/stampsstories1/stamps-12-10-30-serrated-tent-tortoise/