HUKUM FAUNA dan FLORA INTERNASIONAL

Picture112

  1. A.      IUCN RedList: International Union for Concervation of Nature

 

kategori:

 

Ex –extinct/ punah.

Tidak ada lagi individu hidup yang tersisa lagi. Mahkluk hidup yang hanya bisa ditemui di museum dan buku-buku.

 

EW– extinct in the wild/ punah di alam liar.

Telah lenyap di alam bebas / habitat aslinya. Hanya terdapat di tempat penampungan.

 

CE-Critically endangered/ kritis membahayakan (secepatnya ditangani).

Sangat berpotensi punah dalam jangka waktu tak lama lagi. Dan diperkirakan jumlahnya akan menghilang sampai 80% hanya dalam 3 generasi. Memerlukan perlindungan yang sudah tidak bisa ditawar tawar lagi.

 

En-endengered/ membahayakan

Kelompok mahkluk hidup yang menghadapi ancaman kepunhan dalam jangka waktu tak lama lagi apabila tidak ada usaha penyelamatan dilakukan. Hanya beberapa spesies yang mendapat perlindungan resmi dari pemerinta, dan sisanya punah tanpa pernah mendapat perhatian publik.International Union for Conservation of Nature (IUCN) memperkirakan 40% spesies masuk dalam kategori ini.

 

Vu-vulnerable/ rentan/ diambang membahayakan

Kelompok yang beresiko menjadi terancam punah dalam waktu beberapa puluh tahun mendatang apabila ancaman terhadap jumlah tidak diatasi. Umumnya banyak hewan yang masuk dalam kategori ini karena kerusakan habitat.

 

NT– near threatened/ jelas terancam.

Saat ini spesies yang termasuk dalam kepompok ini belum mengalami gangguan jumlah populasi secara signifikan, tetapi berpotensi menghadapi kepunahan apabila tidak ada perubahan perilaku manusia terhadap lingkungannya.

 

LC-least concern/ perlu perhatian.

Tidak termasuk dalam semua kategori lainnya. Di dalammnya adalah spesies spesies dengan ancaman kepunahan yang minimal. Memiliki jumlah populasi yang sehat, habitat yang tak terganggu, dan mampu beradaptasi.

 

  1. B.      CITIES (Convention International Trade in Endangered-spesies of wild fauna and flora)

kerjasama antar anggota untuk menjamin perdagangan hewan dan tumbuhan.

Indonesia menunjuk sebagai pengelolanya adalah DepHut ps.65 pp. no.8. th.1999 yang dilanjutkan ke DIRJEN Perlindungan Hutan dan Konservasi Alam did al Keputusan Menteri Kehutanan no.104/kpts-II/2003. Dan PP no.7 dan 8 Th.1999 menunjuk LIPI sebagai otoritas keilmuwannya.

Kategori:

Appendix I : daftar seluruh spesies tumbuhan dan satwa liar yg dilarang dalam segala bentuk perdagangan internasional…..namun bila itu hasil tangkaran/ budidaya maka dianggap sebagai specimen dari Appendix II.

Appendix II : daftar spesies tumbuhan dan satwa liar yang tidak terancam kepunahan tapi memungkinkan terancam punah bila perdagangan terus berlanjut tanpa adanya pengaturan.

Appendix III : daftar spesies tumbuhan dan satwa liar yang dilindungi Negara tertentu dalam batas-batas kawasan habitatnya dan suatu saat bisa dinaikkan ke dalam Appendix II atau I.

 UNDANG-UNDANG INDONESIA PP No.7 th 1999.

1. Batagur Baska/tuntoñg callagur/ IUCN RedList –CR/ appendix I
2. Carettachelys Insculpta/ labi-labi monbi papua/ IUCN RedList-VU/ appendix I
3. Chelodina Novaeguineae/lp papua/ IUCN-En/ appendix I
4. Chitra Indica/ bulus besar chitra/ IUCN-En/ appendix I
5. Elseya Novaeguineae/ Daput/ IUCN- CE/ appendix II
6. Orlitia Borneensis/ byuku/ IUCN-En/ appendix II

Barang siapa dgn sengaja me……..satwa yg dilindungi dlm keadaan hidup (pasal 21 ay. (2) a. Diancam pidana maks 5 th dan denda maks 100jt (pasal 40 ay. 2.)

Kura yang di dalam IUCN RedList non PP

  1. Indotestudo Forsteni / Forsteni/ IUCN-En/ appendix II
  2. Manouria Emys Emys/ Kaki Gajah/ IUCN-En/ appendix II

Kura yg di dalam CITIES-appendix  II non PP (12 juni 2013)

  1. Heosemy Spinosa/ matahari/ appendix II/ IUCN-En
  2. Leucocephalon Yuwonoi/ paruh betet/ appendix II/ IUCN-En
  3. Notochelys Platynota/ ceper/ appendix II/ IUCN-Vu
  4. Siebenrockiella Crassicolis / piput/ appendix II/ IUCN-Vu
  5. Amyda Cartilaginea/ bulus amyda/ appendix II/ IUCN-Vu
Iklan

PROSES PACARAN DAN KAWIN


1005394_10201334505739753_1600128843_n


1. Kepala memberi tanda (interaksi social) dengan mengayun-ayun horizontal yg di tujukan kepada semua kura yang berada disekitar yang tidak mempedulikan kepada sesama jenis atau berlainan kelamin. Dan yang sering mengangguk angguk adalah pejantan sebagai cara sapaan.

2. Kepala mengangguk secara horizontal dan vertical yang ditujukan kepada semua betina yang ada disekitar, tinggal pada betina yang mana yang menjawab “menerima” pinangan pejantan yang berarti melakukan anggukan terus menerus secara vertical sambil menjulurkan leher.

3. Pendekatan Jantan mulai intens serta menjulurkan leher lebih panjang ke betina yang dituju kemudian mendatangi secara dekat.

4. Frekuensi suara saat pengejaran dan saat menunggangi (me mount) si betina untuk kawin.

5. Pengejaran dan mulai menggigit kaki belakang selama pengejaran, dan bila si betina masih bergerak juga saat di tunggangi, maka jantan akan menggigit leher atau kaki depan si betina, sementara si betina memasukkan kepalanya dan bila tidak berusaha menghindar dan menghentikan langkah yang berarti betina pertanda setuju.

6. Proses mating/kawin yang tentu anda akan mendengar suaranya itu begitu gaduh seperti suara serak parau layak“ngos-ngosan”nya seorang atlet pelari jarah jauh.

7. Proses sedang mengumpulkan serasah sampah dedauan, rumput, ranting yang sampai sejauh 2-3 meter dari pusat sarang sebagai persiapan peletakan peneluran.

8. Sedang bertelur yang mampu mengeluarkan 15-35 butir telur lebih.

9. Menimbuni kembali /menutupi telur-telurnya menggunakan serasah sampah hingga gundukan menggunung. Si betina juga akan menutupinya dengan serasah sampah yang beraroma spesifik sebagai kamuflase menutupi aroma telurnya.

10. Dan 11. Perlindungan induk kura Emys atas predator seperti biawak, dan armadillo. Perlakuan seperti ini tidak dimiliki oleh kura yang lain. Dan hal ini bisa berlangsung selama 4-6 minggu yang berarti selama ini juga si betina jelas sedang berpuasa.

12. Cara terakhir adalah menungguinya persis di puncak gundukan sarang.

http://www.tortoise.org/archives/manouria.html
dan beberapa sumber lainnya.
The Management and Breeding of the Asian Forest Tortoise (Manouria emys) in Captivity by Sean McKeown, Duane E. Meier and James O. Juvik.

Pseudemys

Genus PSEUDEMYS dgn 9 ragam sub/spesiesnya

1488827_10201346652363411_379353315_n

1. hitam : p. Alabamensis-alabama red bellied
2. biru patah : p. Nelsoni-florida redbelly
3. ungu : p. Texana-texas cooter
4. kuning : p. Peninsularis-peninsula cooter
5. putih : p. Pseudemys floridana – Florida Cooter
o. abuabu : peta persebaran
6. violet patah : p. Concinna Suwanniensis-suwannee river cooter
7. kuning patah : p. Concinna Gorzugi-rio grande cooter
8. hitam patah : p. Rubriventris-red bellied turtle
9. orange : p. Consinna Consinna-eastern river cooter

ALBINO

553809_10201375188916807_882028976_n

Ada dua jenis utama albnisme, yaitu oculocutaneous yang mempengaruhi mata, kulit dan kerapas, dan albinisme mata yang mempengaruhi mata saja.

Kebanyakan kura albino oculocutaenous tampak putih atau sangat pucat karena pigmen melanin yang bertanggung jawab untuk coklat, hitam, dan beberapa pewarnaan lain yang tidak hadir. Hasil albinisme okuler di mata menghasilkan warna merah.

Kura albinisme memiliki kulit yang sama sekali tidak memiliki pigmen melanin yang gelap , yang membantu melindungi kerapas dan kulit dari radiasi ultraviolet matahari, kulit mereka dapat mudah terbakar dibandingkan dengan yg normal.

Kurangnya pigmen di mata juga menghasilkan masalah dengan penglihatan juga berarti amat peka terhadap cahaya, kurangnya pigmen guna memblokir radiasi ultraviolet yang meningkatkan risiko melanoma (kanker kulit dan kerapas) dan masalah lainnya.

Perspektif Yang Benar Tentang Albino
Leucism, Albinism and Similar Conditions – Understanding Reptile Color and Correct Color TerminologyALBINISM
Only if a reptile, amphibian or similar polychromatic animal lacks melanin, drosopterins (red) and pteridines (yellow) is amelanistic, anerythristic and
axanthic– is it really an albino. Remember albino means “white.” Mammals, which have only melanin, are albino if they lack melanin. This is not true
of multipigmented animals like reptiles. If a reptile lacks melanin it is amelanistic.
In animals with more than just melanin the word albino is often used incorrectly.

http://vetherppath.hubpages.com/hub/Understanding-Reptile-Color-and-Correct-Color-Terminology

gambar dalam perbandingan dgn yg normal: dari kiri ke kanan 1, black marsh piput 2, razorback 3, chinese softshell 4, sulcata, 5, ast florida 6, western painted 7, panninsula cooter 8, stinkPot

Prakiraan Ukuran Maksimal Rata-Rata Berbanding Sejajar Umur Maksimal Rata-Rata Kura-Kura.

1. Uk 10-20cm, um 20th.
2. Uk 20-30cm, um 30th.
3. Uk 30-40cm, um 40th.
4. Uk 40-50cm, um 50th.
5. Uk 50-60cm, um 60th.
6. Uk 60-70cm, um 70th.
7. Uk 70-80cm, um 80th.
8. Uk 80cm up, um 100th
9. Uk 100cm up, um 125th up.
10. Uk 125cm up, um 150th up.

1526756_10201411476703979_1077974695_n

Jd bila anda memelihara kura
Emys (no.6 uk maks 70cm) yg sekarang sudah berukuran 40 cm, maka dia telah setengah lebih dari ukuran maksimalnya dgn prakiraan dari umur maksimalnya yaitu 30-40th.

Maaf teori di atas adalah bukan analisa ahli herpe. Tp berdasar “kira-kira” saja.

Jadi bila anda masih SMTA yg memelihara kura emys yg berukuran 40cm maka perlu diketahui emysmu sudah berumur kira-kira 30-40th yg sejajar dgn umur adiknya ibu/bapakmu (paman/bibimu)……awas lho bisa kuwalat kalau tdk terpelihara dgn benar.