PROSES PACARAN DAN KAWIN


1005394_10201334505739753_1600128843_n


1. Kepala memberi tanda (interaksi social) dengan mengayun-ayun horizontal yg di tujukan kepada semua kura yang berada disekitar yang tidak mempedulikan kepada sesama jenis atau berlainan kelamin. Dan yang sering mengangguk angguk adalah pejantan sebagai cara sapaan.

2. Kepala mengangguk secara horizontal dan vertical yang ditujukan kepada semua betina yang ada disekitar, tinggal pada betina yang mana yang menjawab “menerima” pinangan pejantan yang berarti melakukan anggukan terus menerus secara vertical sambil menjulurkan leher.

3. Pendekatan Jantan mulai intens serta menjulurkan leher lebih panjang ke betina yang dituju kemudian mendatangi secara dekat.

4. Frekuensi suara saat pengejaran dan saat menunggangi (me mount) si betina untuk kawin.

5. Pengejaran dan mulai menggigit kaki belakang selama pengejaran, dan bila si betina masih bergerak juga saat di tunggangi, maka jantan akan menggigit leher atau kaki depan si betina, sementara si betina memasukkan kepalanya dan bila tidak berusaha menghindar dan menghentikan langkah yang berarti betina pertanda setuju.

6. Proses mating/kawin yang tentu anda akan mendengar suaranya itu begitu gaduh seperti suara serak parau layak“ngos-ngosan”nya seorang atlet pelari jarah jauh.

7. Proses sedang mengumpulkan serasah sampah dedauan, rumput, ranting yang sampai sejauh 2-3 meter dari pusat sarang sebagai persiapan peletakan peneluran.

8. Sedang bertelur yang mampu mengeluarkan 15-35 butir telur lebih.

9. Menimbuni kembali /menutupi telur-telurnya menggunakan serasah sampah hingga gundukan menggunung. Si betina juga akan menutupinya dengan serasah sampah yang beraroma spesifik sebagai kamuflase menutupi aroma telurnya.

10. Dan 11. Perlindungan induk kura Emys atas predator seperti biawak, dan armadillo. Perlakuan seperti ini tidak dimiliki oleh kura yang lain. Dan hal ini bisa berlangsung selama 4-6 minggu yang berarti selama ini juga si betina jelas sedang berpuasa.

12. Cara terakhir adalah menungguinya persis di puncak gundukan sarang.

http://www.tortoise.org/archives/manouria.html
dan beberapa sumber lainnya.
The Management and Breeding of the Asian Forest Tortoise (Manouria emys) in Captivity by Sean McKeown, Duane E. Meier and James O. Juvik.

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s