Carbonemys, prehistoric Turtle

Carbonemys (Cadena et al. 2012)

kura satu ton ini berbagi habitat dengan Titanoboa .
Kisaran Temporal: Danian

Kerajaan: Animalia
Filum: Chordata
Kelas: Reptilia
Order: † Procolophonomorpha
Order: Testudines (= Chelonii)
Subordo: Pleurodira
Keluarga: Podocnemididae
Genus: † Carbonemys

 

14carbonemys

 

Carbonemys adalah genus kura yang telah punah yaitu pelomedusoid dikenal dari Formasi Paleocene Cerrejón awal Kolombia. Ini berisi spesies tunggal, Carbonemys cofrinii.

Pada tahun 2005, sebuah spesimen fosil 60 juta tahun itu ditemukan di sebuah tambang batu bara di Kolombia oleh seorang mahasiswa doktoral North Carolina State bernama Edwin Cadena. Kerapasnya berukuran sekitar 1,72 meter (5 ft 8 in) yang membuatnya menjadi salah satu kura-kura air tawar terbesar di dunia.

Mereka tinggal 5 juta tahun setelah peristiwa kepunahan massal dari banyak spesies dinosaurus. Rahang mereka yang besar dan cukup kuat untuk memakan buaya.

http://en.wikipedia.org/wiki/Carbonemys

 

The Carbonemys

Pertama kali ditemukan di sebuah tambang batu bara, dan karena batubara adalah karbon dasarnya fosil,  nama Carbonemys dipilih untuk genusnya. Bentuk cangkang ini sangat menarik karena menunjukkan bahwa Carbonemys akan menjadi anggota dari Pleurodira,  kelompok yang lebih dikenal sebagai  ‘ side – necked turtles ‘.  Kura leher lipat cenderung memiliki leher secara proporsional lebih sedikit panjang dari kura-kura air umumnya yang berarti bahwa mereka terlalu panjang untuk menariknya masuk  ke dalam tempurung.  Karena masalah ini maka mereka melipat lehernya ke salah satu sisi dibawah kerapasnya,  maka dinamakan ‘ side – necked turtle ‘ .
Tentu saja untuk  keselamatannya lebih terjamin secara  ukuran fisik begitu besar yang berarti bahwa tidak banyak predator akan menimbulkan ancaman baginya.  Namunmeskipun dinosaurus tampaknya telah punah dari Amerika Selatan hanya beberapa juta tahun sebelum pertama dikenal dari penampilan Carbonemys,  predator raksasa super sudah muncul saat itu misalnya ular raksasa Titanoboa  yang mungkin ular terbesar sejauh ini ditemukan,  adalah juga dikenal dari formasi yang sama seperti Carbonemys.  Kehadiran kura-kura raksasa dan ular raksasa pada saat yang sama dengan satu sama lain adalah indikasi yang baik mengenai jenis fauna yang yang ada untuk menggantikan kesenjangan ekologi yang ditinggalkan olehpunahannya dinosaurus,  dan akan terus menjadi cukup dominan sampai munculnya gabungan dari mamalia dan burung .
Tengkorak kepala dari Carbonemys juga menunjukkan bahwa dia memiliki gigitan yang sangat kuat.  Satu ide adalah bahwa rahang ini mungkin telah digunakan untuk mengunyah buaya berlapis baja seperti buaya bergenus Cerrejonisuchus  yang seperti namanya juga dari formasi Cerrejón.  Namun harus diingat bahwa mulut Carbonemys bisa digunakan untuk membunuh hewan atau mengunyah tumbuhan saat itu.

http://www.prehistoric-wildlife.com/species/c/carbonemys.html

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s