B. Self Portrait, Family, and Environment, Potret Diri, Keluarga, dan Lingkungan

Self Portrait, Family, and Environment

Potret Diri

8-potret-diri-9027-potret-diri-19899-potret-diri-98212-potret-diri-20072  10-potret-diri-2000211-potret-diri-20052 we are flying

Keluargaku

5-bapakalm-dan-cucu1 4-ibuk-dan-kedua-cucunya1 3-beningii-titahi-dan-jaluiii1 2-istri-dan-anak-ke-1123871_3960484125644_1122947092_n 44343_4369323786380_484554520_n217999_3692218899181_865648882_n    76315_4230890565636_182874715_n   270828_4230933686714_292862213_n 428018_4230892445683_997032692_n 409633_3593558232726_660914182_n  480403_4230894685739_1603103762_n29086_1343471861973_3920581_n29086_1343471941975_151650_n29086_1343471701969_1658890_n216029_3628031934547_114902243_n

Sahabat, Stkw dan Teman-Teman

sahabatku1 sahabatku2 sahabatku3

269138_3749326726841_281905445_n67u3     403714_3833842959694_719819668_n9    412 224452_3833842039671_210980061_n

Iklan

A. Biography and Activities, Biodata dan Aktivitas

Biography and Activities

art is not just instinctive but more than that the search for meaning to adjust to our cosmic understanding of the deeper unity in truth and beauty that is part of the process of understanding the cosmic wholeness

seni tidak sekedar instingtif tetapi lebih dari itu pencarian makna untuk menyesuaikan diri dengan pemahaman kosmik terhadap keutuhan yang lebih dalam pada kebenaran dan keindahan yaitu bagian dari proses memahami keutuhan kosmik.

A. Biodata dan Aktivitas

Biodata

• Hari Prajitno
Surabaya, 19 Januari 1968
Islam
Sarjana Seni, Seni Rupa FSR-ISI Jogyakarta
Staf Pengajar Seni Rupa STKW Surabaya, http://evaluasi.dikti.go.id/epsbed/datadosen/0719066804
Semeru 5, PepeLegi Waru-Sidoarjo
harip_art@yahoo.com dan myharip@gmail.com

istri dan anak

• Ayu Aurumsari Riza
surabaya, 27 juni 1968
Islam
Sarjana Pendidikan Bhs. Inggris
1.Titah Tantiesti Gatiati
2.Bening Lintang Laksmi Rinonce Ratri
3.Jalu Landep Hanjemparing GiriJati.

creation

creation, recreation, or any super or not also cause pain
all walks menjumputi long traces that might look
there is no certainty of an idea or thought of either color or shape
just a continue.

Kreasi

kreasi, rekreasi, atau apapun tidak juga menyebabkan super atau sakit
semua berjalan menjumputi jejak-jejak lama yang mungkin terlihat
ataupun teringat tiada kepastian gambaran baik warna ataupun bentuk
hanya tinggal melanjutkan.

Aktivitas Tunggal

• 1988-1994Studi Seni Rupa Murni
• 1994Tugas Akhir “Seni Lukis”,
• 1996“Karya Seni”, YPIA Surabaya.
• 1997“Sudah Tidak Berwarna Lagi”
• 1998“Derita Cuaca”
• 1999”Informasi Bata Merah”
• 2001”Dua Jam Lagi Kita Berangkat”, https://hariprajitno.wordpress.com/category/iii-my-works/
• 2002“Seni Lukis”, TIM Jakarta
• 2008“Multi Dimensi”, Gallery Surabaya, https://hariprajitno.wordpress.com/category/iii-my-works/page/3/
• 2012-2013″Perahu Pembawa Tunas dan Pelita”, HoS Surabaya. https://hariprajitno.wordpress.com/category/iii-my-works/page/4/

Aktivitas Bersama

1991- Generasi 88, Widya Mandala, Yogyakarta.
1992- Dies Natalis VII-ISI, Purna Budaya, Yogyakarta.
– Kerjasama IKIP Malang dan FSR-ISI, DKM, Malang.
– Seni Eksperimental “BINAL”, Stasiun Tugu, Yogyakarta.
– Mahasiswa Seni Se-Indonesia, Purna Budaya, Yogyakarta.
– Seni Eksperimental MSSI, FSR-ISI, Yogyakarta.
– Dies Natalies VIII-ISI, Purna Budaya, Yogyakarta.
1993- Dies Natalies IX-ISI, Purna Budaya, Yogyakarta.
– Pratisara Affandi Adi Karya, Purna Budaya, Yogyakarta.
– Indonesian Art Award III, Jakarta
1994- Seni Rupa STKW dan Hari Prajitno, DKM Malang.
1995- Indonesian Art Award V, Jakarta.
1996- Gelar Akbar Seni Rupa Jatim III, TBJ, Surabaya.
1997- Gelar Akbar Seni Rupa Jatim IV, TBJ, Surabaya.
– Seni Rupa “Tanpa Bingkai”, YPIA, Surabaya.
1998- Seni Rupa A. Hadi Mas’ud, Hari Prajitno, Ugo Untoro, PB, Yk
– Indonesian Art Award VIII,Jakarta.
1999- Festival Kesenian Indonesia I, Yogyakarta.
2000- Festival Kesenian Indonesia II, Padang Panjang, Sumbar.
– Indonesian Art Award X, Jakarta.
– Menara-“Untung Masih Punya Kepala”, FSS-2000, BP, Surabaya.
2001- Gelar Akbar Seni Rupa Jatim V, TBJ, Surabaya.
2003- Festival Kesenian Indonesia III, Balai Pemuda (BP), Surabaya.
2004- Pesakitan, FSS-2004, Surabaya. https://hariprajitno.wordpress.com/category/iii-my-works/page/6/
2006- Pameran Gambar “Draw”, Museum dan Tanah Liat, Yogyakarta.
– Festival Kesenian Indonesia IV, Denpasar, Bali.

Basic Concepts

depart from a particular ideology which always squaring the thing” that is not realistic or patron obey certain patterns that are standardized by an individual or a particular group. Only abstraksilah process which is an instinctive reaction or conscious reaction against the back pengkomposisian ideas (elements) that pure moment’s glimpse at where being in the process have shown that choices more easily, even though very, very open : but with the limitations of time” then instinctively must immediately capture the moment for the moment laid out an idea worth Nothing really concrete to be explained. Moreover, that is not excessive. I believe in individual expression as a basic reference, so that the meaning of freedom” is strongly associated with the habit, tendency or certain uniqueness will bring something more clear. So that the meaning of I” is not running at random, but all that goes with that early provision was taken prior to the birth. The laws that have been applied to each personal will bring in more human terms that guided him.

Konsep Dasar

berangkat dari suatu ideologi tertentu yang selalu mengkotakkan pada “hal” yang tidak realistis menuruti patron atau pola tertentu yang dibakukan oleh perorangan atau kelompok tertentu. Hanya proses abstraksilah yang merupakan suatu reaksi instinktif atau reaksi sadar terhadap proses pengkomposisian kembali ide-ide (unsur-unsur) murni yaitu kelebat di saat itu juga di mana sedang di dalam proses telah menunjukkan pilihan-pilihan yang makin mudah, walau sebenarnya amat sangat terbuka; tetapi dengan keterbatasan “waktu” maka secara naluri musti secepatnya menangkap moment yang sesaat itu untuk ditata secara layak Tiada suatu ide yang benar-benar konkrit untuk bisa dijelaskan. Apalagi yaitu tidak berlebihan. Saya mempercayai ekspresi individu sebagai acuan dasar, sehingga arti “kebebasan” sangat terkait dengan kebiasaan, kecenderungan atau keunikan tertentu akan membawa sesuatu yang lebih jernih. Sehingga arti “saya” tidaklah berjalan secara serampangan, tetapi semua itu berjalan dengan bekal purba yang dibawa sebelum terjadinya kelahiran. Hukum-hukum yang telah diterapkan pada setiap personal akan membawa pada pengertian lebih manusiawi yang terbimbing olehNYA.